N3 Payakumbuh - Lomba memasang dan peragaan Takuluak Ikek sebagai salah satu yang ditampilkan dalam Lomba Adat Budaya kota Payakumbuh merebut perhatian penonton di Medan Bapaneh Ngalau Indah. Kamis (19/4).

Kepala Dinas Parpora kota Payakumbuh Elfriza Zaharman melalui kabid kebudayaan Nirdawati mengatakan pada prinsipnya materi budaya yang  diperlombakan dalam iven lomba budaya ini tidak mengambil kesimpulan bahwa satu daerah lebih baik dari daerah lain.

"Tapi penilaian dewan juri berdasarkan kriteria yang ada termasuk diantaranya kesiapan perwakilan peserta dalam menata pakaian adat dalam waktu yang telah ditentukan oleh dewan juri.

"Semua pesertanya bagus dan mencerminkan falsafah dalam berpakaian adat Minangkabau dengan nilai luhur dan memancarkan kharisma Bundo Kanduang Minangkabau dari perwakilan 10 nagari di kota Payakumbuh", ujar Nirdawati.

"Semoga kedepan iven ini kita ulang lagi sembari meningkatkan serta mempertahankan dalam menjaga kelestarian tradisi budaya dan adat terutama dalam busana adat seperti ini", tambah Nirdawati.

Salah satu dewan juri dari Bundo Kanduang Koto Nan Ampek, Riwayati (buk upik) mengatakan Takuluak Ikek adalah pakaian adat yang turun temurun di wariskan oleh nenek moyang Minangkabau sejak dahulunya.

"Semoga para wanita Minangkabau khususnya bundo kanduang dan generasi muda di payakumbuh bangga dengan warisan yang berharga ini", ucap buk Upik.

Salah seorang peserta yang tampil pada acara ini. Ayu (21 th) tamatan SMKN 3 Payakumbuh dari Tarok Koto Nan Gadang mengaku sangat senang dan bangga walaupun meraih peringkat ke 3 tapi sangat antusias dengan acara ini.

Ketua LKAM kota Payakumbuh W. Dt. Paduko Bosa Marajo menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian Dinas Parpora Payakumbuh kepada pelestarian adat budaya.

Dt. Paduko Bosa Marajo menghimbau kepada generasi muda agar peduli dalam proses transfer pengetahuan adat dan budaya agar lestari sepanjang masa. (Rahmat Sitepu)

 
Top