N3, Padang ~ Jiwa seorang public relations betul-betul melekat pada diri Desri Ayunda. Ini terbukti, mantan Kepala Biro Humas PT Semen Padang tersebut mudah bergaul dan cepat akrab dengan siapa saja. 

Tak mudah bagi seseorang untuk dengan dan mudah akrab dengan orang yang mungkin baru dikenalnya. Apalagi bagi seseorang yang pernah memegang jabatan penting di pemerintahan atau perusahaan mentereng. Tapi bagi Desri Ayunda, dekat dengan siapa saja tak harus dihalangi oleh status atau jabatan yang disandangnya.

Sifat mudah bergaul dan cepat akrab sudah menjadi karakter tersendiri bagi Desri Ayunda. Itu tak hanya saat ini, beberapa kalangan yang sudah lama mengenalnya, akan dengan mudah tahu sosok yang satu ini. Siapa saja yang kenal dan pernah dekat dengannya, lengket bak karet sampai saat ini. 

Salah satu hobi Desri Ayunda yang membuatnya dekat dengan semua orang adalah suka ngopi bareng. Tak memilih tempat, warung kecil di sudut kota pun jadi. Yang penting bisa ngopi rame-rame sama kawan sejawat.

Demikian juga saat ini. Mantan Direktur Utama PT. Igasar tersebut di sela-sela kesibukannya menghadiri undangan warga sebagai calon Wakil Walikota Padang nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018, masih saja sempat singgah di warung kopi bersama rombongannya, Rabu, 11 April 2018.

Warga yang sedang asyik maota di warung kopi Rustam dikejutkan oleh kehadiran Desri Ayunda bersama tim yang selalu mengiringinya kemana pergi. Desri Ayunda pun menyalami pengunjung warung kopi yang terletak di Simpang Patai Kelurahan Padang Besi tersebut.

"Wah, Pak Des rupanya. Kami kira siapa tadi, calon Wakil Walikota awak kiranya," ujar Syofyan sembari menyambut salam Desri Ayunda. 

Seperti biasanya, Desri Ayunda pun larut bersama warga yang minum kopi di warung itu. Pada kesempatan itu, Desri meminta masukan dari warga terkait Kota Padang ke depan.

"Kami harap, Pak Des kalau sudah terpilih, jangan lupa dengan kami rakyat kecil ini. Ibarat kata orang, jangan seperti kacang yang lupa kulitnya, saat mau pemilu rakyat di rayu, setelah menjabat malah lupa dengan janji-janji yang pernah diucapkan kepada rakyat," ujar Buyung, salah seorang penikmat kopi setia di warung Rustam. 

Ia mengatakan, untuk Kelurahan Padang Besi tersebut, Emzalmi-Desri Ayunda cukup mendapat hati masyarakat. Sebab, hanya ada dua calon yang maju, dan warga berdasarkan informasi dari mulut ke mulut menjatuhkan pilihannya kepada Emzalmi-Desri. 

Pada kesempatan itu, Desri Ayunda mengatakan, baginya Lubuk Kilangan tak asing lagi. Selain pernah menjabat bertahun-tahun di PT Semen Padang dan Igasar, dirinya juga anak pisang orang Lubuk Kilangan. 

"Luki ini kampung ayah saya. Banyak bako saya di sini. Jadi tak mungkin saya mengumbar janji kepada warga Luki. Sebab, jika tak dapat saya penuhi, maka yang malu bukan saya saja, tapi bako saya juga akan menanggung malu," ujarnya.

Namun yang berat itu, kata Desri Ayunda, jika terpilih disumpah pakai kitab suci Al Quran. Maka pertanggungjawabannya langsung kepada Allah SWT. 

"Jika terpilih, sudah menjadi tanggungjawab saya dan Pak Em untuk merealisasikan program yang kami usung. Kalau tidak, kami akan dicap sebagai pemimpin zalim. Dan itu berat hukumannya di sisi Allah SWT. Jangankan akan masuk surga, mendapat bau surga saja diharamkan Allah," ungkapnya. 

Makanya, kata Desri, dirinya bersama Emzalmi membuat program yang masuk akal dan tidak bertentangan dengan peraturan yang ada. Menurut Desri, untuk apa membuat program yang tak masuk akal, apalagi sampai melibatkan orang mati, jika ujung-ujungnya warga merasa terbohongi. 

"Ambo masih mangana akhirat. Jadi tak mungkin membuat program tak masuk akal hanya untuk meraih simpati rakyat. Kita hidup ini akan mati, dan melayani rakyat bagi seorang pemimpin adalah bekal menuju surga, bukan malah sebaliknya, menerima azab karena membohongi rakyat di atas mimbar," ungkapnya. 

Karena masih harus menghadiri undangan silaturahmi dengan warga, Desri Ayunda bersama rombongan pun minta izin kepada penikmat kopi itam Rustam. By
 
Top