N3, Sarolangun ~ Sebanyak 52 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Sarolangun mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) karena terkendala sarana penunjang ujian berbasis komputer.

"Kami belum bisa melaksanakan ujian berbasis komputer karena terkendala sarana, jumlah komputer yang ada saat ini tidak sebanding dengan jumlah siswa, sehingga kami masih menerapkan sistem manual yakni berbasis kertas dan pensil," kata Kepala Sekolah SMAN 10 Sarolangun Drs.Yusri,M.Si,  Senin (9/4/2018).

Yusri juga menyebutkan jika dalam UNKP tahun ini ada 3 SMA sederajat yang menginduk di SMAN 10, diantaranya Pesantren Nidaul Quran Desa Tanjung, Pesantren Nurussalam Desa Pauh dan Pesantren Istiqomah Desa Penarun.

Terkait untuk persiapan siswa menghadapi ujian telah dilakukan sejak Januari 2018 melalui program pemusatan UN. "Kita berharap seluruh siswa yang mengikuti ujian bisa suskes dan lulus dengan nilai yang baik," harapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, ujian online merupakan upaya pemanfaatan teknologi informasi dan mencegah terjadinya kebocoran soal, tetapi UNKP tidak boleh dilupakan karena sebelum sistem diterapkan ujian manual merupakan solusi yang tepat.

"Saat ini SMAN 10 belum bisa menerapkan UBNK. Kita berharap di tahun mendatang peralatan penunjang seperti komputer, jaringan internet, listrik dan SDM sudah mampu dipersiapkan, sehingga kita dapat melaksanakan ujian dengan baik,"ungkapnya.

Yusri juga menjelaskan,yang  terpenting siswa melaksanakan ujian tanpa hambatan dan pada waktunya dapat mengerjakan soal dengan baik.

"Harapannya seluruh siswa SMAN 10 dapat lulus dengan hasil yang terbaik bukan sekadar lulus tetapi hasil yang  mengecewakan,"harapnya. (SRF)
 
Top