Hilangnya mobil sweeper (mobil pembersih sampah) dari peredaran menjadi tanda tanya berbagai kalangan. Soalnya, mobil senilai Rp2,8 miliyar tersebut tak lagi terlihat beroperasi di Kota Padang. Bahkan, poolnya di Kawasan Bagindo Asis Chan, juga terlihat kosong. Ada apa dengan mobil sweeper.
N3, Padang ~ Sempat digadang-gadangkan, mobil sweeper akan membuat Kota Padang bersih dari sampah, namun sebulan belakangan tak kelihatan lagi beroperasi membersihkan sampai di kota ini. Tanda tanyapun timbul, kemana mobil sweeper dan apa alasannya mobil seharga Rp2,8 saat tender dimenangkan PT. Ustarindo, hilang dari peredaran.

Berbagai asumsi mengalir, berbagai pendapat mengemuka, namun terjawab saat media melakukan penelusuran kelapangan dan konfirmasi kepihak terkait, baik teknisi maupun Kadis DLH Kota Padang, Al Amin. Berdasarkan pengakuan Hanif operator dan Al Amin, Kadis DLH, mobil tersebut dalam tahap pemeliharaan dan menunggu mekanik yang akan didatangkan perusahaan pemenang tender. PT.  Ustarindo.

Sekarang mobil bernomor polisi BA 9030 BK di disimpan di parkiran mobil di Dinas Lingkungan Hidup yang terletak di Balai Baru. Pengakuan Hanif dan karyawan disana, sudah sebulan lebih mobil tersebut dipakirkan di DLH.”Mobil tersebut dibawa dari poolnya di Khatib Sulaiman, tanggal 29 April yang lalu,” kata Hanif operator mobil tersebut, Senin (23/4) via Hpnya.

Diceritakannya, bulan lalu, Kabid memerintahkan untuk membawa mobil sweeper ke Dinas Lingkungan Hidup di Balai Baru Padang dari Poolnya di Bagindo Aziz Chan. Lalu, ia menanyakan kepada Kabag Umum, terkait perintah Kadis tersebut.”Kabag Umum mengatakan, akan datang mekanik dari Jakarta untuk memeriksa mobil tersebut,” kata Hanif, seraya mengatakan, sampai sekarang mekanik yang dimaksud belum datang, makanya mobil belum diperiksa.

Ia juga mengatakan, 29 Maret lalu mobil dibawa dari pool dan akan diperiksa mekanik yang dibawa perusahaan pemenang untuk diperiksa. Namun, entah apa alasannya, sampai sekarang mobil diperiksa juga, sehingga mobil tersebut masih berada di DLH.” Saya tak tahu, kenapa mekaniknya belum datang juga,” imbuh Hanif.

Senada juga dikatakan, Al Amin, Kadis DLH Padang, saat dikonfirmasikan, terkait keberadaan mobil sweeper di kantornya, Senin (23/4). Katanya, memang mobil ini sudah lama berada di Kandor DLH. Alasannya, mobil ini memasuki masa pemeliharaan yang ke enam. “Ini barang elit, harganya mahal, tentu kita hati hati untuk memeliharanya. Apalagi, untuk teknisi mobil ini, bukan sembarang orang,” kata Al Amin.

Apalagi, perawatan berkala yang dilakukan terhadap mobil ini, agar mobil ini tak cepat rusak dan bisa bertahan lama. Soalnya, mobil elit ini berharga Rp2,8 miliyar.”Teknisinya langsung orang perusahaan yang memenangkan tender pengadaan mobil sweeper ini PT. Ustarindo,” imbuh Al Amin.

Ditanya, anggapan masyarakat, raibnya mobil tersebut dari peredaran, disebabkan dalam kondisi rusak, dibantah Al Amin. Dengan tegas ia mengatakan, mobil ini tak rusak, tapi dalam masa perawatan.”Dalam dua minggu ini, mobil ini akan bisa dioperasikan. Terkait keterlambatan, disebabkan teknisinya belum datang, tapi sudah dihubungi oleh yang punya perusahaan,” jelasnya lagi.

Awalnya, masyarakat menduga tidak adanya mobil elit bernilai Rp2,8 miliyar ini diperedaran, disebabkan mobil tersebut rusak. Apa yang dikatakan, bukan tanpa alasan, sebab sebulan lebih tak terlihat dilapangan, apalagi di poolnya Bagindo Aziz Khan. Inipun diakui, Boy Roy Indra, SH, praktisi hukum. Katanya, tanda tanya masyarakat tersebut, wajar saja terjadi, sebab mobil mewah dan elit ini hilang dari peredaran.

Sudah sebulan keberadaan mobil sweeper tersebut tak jelas ujung pangkalnya. Kalaupun sedang masa perawatan, masa memakan waktu sebulan.” Ini perlu dipertanyakan, kenapa masa perawatan memakan waktu sebulan, sementara mobil pembersih sampah tersebut merupakan mobil kebanggan warga Kota Padang yang bernilai miliyaran,” ulas Boy.

Boy meminta, untuk menghilangkan negatif masyarakat, sebaiknya Kadis DLH memperbaikinya dan kembali mengoperasionalkan untuk membersihkan sampah di Kota Padang ini. Apa gunannya mobil semewah itu dibeli, tapi tak dimanfaatkan.”Kita akan tanya langsung kepada pihak terkait, apakah mobil tersebut dalam  masa perawatan atau rusak,” kata Boy seraya menyebutkan, agar keberadaan mobil tersebut jelas dimata masyarakat. NV
 
Top