N3 Payakumbuh - Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah didepan mata yang akan digelar serentak pada 17 April 2019 mendatang, tahapan demi tahapan pun mulai dilaksanakan untuk menyukseskan pesta demokrasi sekali lima tahun tersebut.

Ketua KPUD Kota Payakumbuh Muhamad Khadafi kepada wartawan, Sabtu (7/4) mengatakan, tahapan untuk pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 sudah mulai dilakukan.

“Saat ini di kota Payakumbuh, KPUD sedang membuka pendaftaran untuk Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih), jadwalnya sudah diinformasikan dari tanggal 19 Maret lalu dan sudah ditutup pada 5 April 2018 kemarin," ucap Khadafi.

Dikatakan, KPU akan sangat selektif merekrut Pantarlih, independen dan mempunyai integritas yang tinggi, tugas mereka nantinya akan mendatangi masyarakat dari rumah ke rumah yang berada di kota Payakumbuh untuk melakukan pencocokkan data pemilih (Coklit), data inilah yang akan menjadi data pemilih pada pemilu 2019 yang akan datang. kami juga berharap masyarakat welcome dan kooperatif terhadap pantarlih yang datang nantinya.

Diketahui, dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Payakumbuh Tahun 2017,  jumlahnya sekitar 84.329, yang terdiri dari, laki – laki 41281 dan perempuan 43048 yang tersebar di Kota Payakumbuh. tentu data ini bisa tetap dan bisa berobah, dari hasil data pantarlih dilapangan inilah akan menjadi pedoman bagi KPU RI untuk mengeluarkan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Lebih lanjut Khadapi menjelaskan, dengan proses dari pantarlih akan diteruskan ke PPS, dari PPS ke PPK, KPU Kota, Provinsi dan KPU RI, nantinya KPU RI akan mengeluarkan Daftar Pemilih Sementara untuk Pemilu 2019. Tentunya, KPU sangat berharap kepada peserta pemilu untuk saling bekerja sama dan kepada masyarakat untuk bisa saling mengawasi kerja pantarlih dilapangan

“Data pemilih bisa berobah dan bisa tetap, hasilnya akan kita lihat dari data pantarlih dilapangan nanti. kami juga menghimbau seluruh masyarakat untuk mengawasi kerja pantarlih, kalau ada yg tidak independen dan jujur, segera laporkan ke PPS atau Panwaslu," tutup Khadafi. (Rahmat Sitepu)
 
Top