N3 Payakumbuh - Sebanyak 26 santri ikuti kegiatan basimak (membaca) dalam perayaan Khatam Al Qura'n di TPQ Mushalla Al Hidayah Padang Leba kelurahan Tiakar Kec. Payakumbuh Timur. Prosesi basimak ini dinilai Censo, Amd dan M. Husni, 2 orang dewan juri yang berasal dari Penguluh Agama Islam Kankemenag kota Payakumbuh, Minggu (25/2) kemarin.

Sebelumnya, tim seleksi khatam al qur'an telah melakukan proses seleksi terhadap 20 santri khatam dan 6 orang wisuda iqra TPQ Al Hidayah.

Sebagaimana diterangkan Kepala TPQ Al Hidayah Ariful Fikri, S Ag, kita selalu menggelar khatam sekali 2 tahun, walau terkadang jumlah peserta khatam sedikit. Kita terapkan seleksi berlapis dan berulang serta disetuji walisantri sebelum memasukkan anaknya di TPQ kita.

Sehingga santri yang dikhatam adalah santri yang sudah mampu membaca al qur'an dengan baik dan benar. Untuk kelanjutannya setelah khatam, kami serahkan kepada walisantri. “Insyaallah, dengan program ini, diharapkan santri kita akan mampu bersaing dan siap menjadi qori dan qoriah kecamatan, setidaknya di kelurahan dulu. Sebagaimana tema yang kita anjung kali ini "Jaan Baranti baraja al qur'an, Al qur'an jadikan sandaran hidup (jangan berhenti belajar alqur'an jadikan sandaran hidup-red)," terang Ariful Fikri didampingi panpel Desi Nurfita, SE

Ditambahkan Desi, panitia bersama donatur selalu siapkan hadiah senagai motivasi peserta didik. Kita berharap kelurahan Tiakar bebas dari buta baca dan tulis al qur'an. Tentunya kerjasama semua unsur diperlukan. Apalagi pelajaran PAI di sekolah hanya 2 jam seminggu. Para orangtua harus bijaksana dengan keseimbangan pendidikan agama dengan pendidikan umum. Karena pendidikan agama adalah modal kita menghadap Allah SWT".

Salah seorang dewan juri khatam, Censo, A.Md menerangkan bahwa dalam basimak ini kita sudah memulai penilaian layaknya di MTQ.

" Kita berupaya melalui khatam ini kita bisa menginventarisir calon kafilah yang akan kita rekrut, jelang MTQ tingkat kota tahun 2018 yang akan digelar tidak lama lagi.

“Kita apresiasi pimpinan TPQ yang menerapkan seleksi berlapis dan berulang. Peserta khatam tidak ada siswa SMP/sederajat, berarti Perda no 10 tahun 2008 tentang tulis baca al qur'an telah diimplementasikan di TPQ ini. Biar sedikit, tapi punya kompetensi," sebut Censo. (Rahmat Sitepu)
 
Top