N3, Sumbar ~ Wakil Gubernur Nasrul Abit, Dirjen Menko Mariti, Dirjen Pertanahan BPN, bersama tim percepatan pembangunan Sumatera Barat melakukan peninjauan di Kawasan Wisata Terpadu Mandeh.

Wakil Gubernur Nasul Abit disela sela kegiatan ini menyampaikan,  kunjungan kelapangan kali ini untuk melihat sejauhmana kesiapan pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, baik dalam konsep,  masterplan pembangunan dan status lahan serta apakah sudah ada investor yang berninat atau nantinya di bantu APBN. 

Kawasan Mandeh bagi Sumatera Barat merupakan salah satu potensi pengembangan wisata bahari yang terbaik nasional, seperti raja empatnya di Papua, ungkap Nasrul Abit. 

Wagub Nasrul Abit juga menjelaskan dari data yang ada Kawasan Mandeh, sudah mendapat dukungan masyarakat dan masterpan kawasan sudah ada. 

Kawasan Mandeh juga sudah diakomudir Rencana Induk Pembangunan Daerah (Ripda) Sunbar dan Ripda Pesisir Selatan. Dengan luas Kawasan Mandeh 50.000 ha,  meliputi 34.270 ha di) Pesisir Selatan dan 15.730 ha di Kota Padang. 

Study kelayakan sudah ada (khusus Bukit Ameh 400 ha),  amdal proses penyelesaian,  target bulan Maret 2018 ini selesai.  Peraturan zonasi sedang dalam proses penyelesaian. 

Dan Kawasan Mandeh belum termasuk Rencana Induk Pembanguan Nasional dari 10 Destinasi Wisata Prioritas Nasional, karena itu kita mencoba mensingkronkannya dengan program pemerintah pusat dalam hal ini,  Menko Maritim untuk dapat menjadi perhatian pembangunan nasional. 

Karena kita berkeyakinan pengembangan kawasan Mandeh,  dalam bentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sesuai hasil rapat bersama Menko Maritim di Jakarta, terang Nasrul Abit

Hadir dalam kunjungan ke kawasan mandeh ini,   Dr. Ir. Ridwan Djamaluddin, M.Sc Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur,  Dirjen Pertanahan BPN Arie Yuriwin,  SH,  MSi,  Kakanwil BPN Sumbar, Ka Bappeda,  Kadis Lingkungan Hidup,  Kadis PSDA,  Ka Balitbang,  Kadis PUPR,  Kadis PU Prasjal,  Kadis Kelautan dab perikanan dilingkungan pemprov Sumbar.
 
Top