Penulis : Taf Chaniago
HIDUP MEMANG SANDIWARA HARUS PINTAR DALAM MELAKONINYA. KALAU TIDAK BADAN AKAN JADI SENSARA.
KAATEH NDAK BAPUCUAK, KABAWAH NDAK BA UREK, DI TANGAH-TANGAH DI GIRIK KUMBANG……!!!
Maka itu, Biasakan hidup dengan kondisi apa adanya, bukan berarti menyerah, tapi untuk berpikir lebih maju dan matang menetap hari esok, mundur selangkah bukan bearti pengecut.
Hidup yang baik harus di lakoni seperti membuat sebuah sandiwara yang akan di tonton publik tentu yang bermanfaatkan bagi kehidupan orang lainnya.
Buatlah sandiwara dalam kehidupan kita masing-masing dengan nilai positif dan dapat dijadikan contoh, memotivasi kehidupan publik, melahirkan semangat juang untuk merintis kehidupan.
Jangan buat sandiwara kehidupan, membawa orang ke jalan tak benar, seperti mudahnya melecehkan orang dengan kata-kata tak wajar, mencaci maki, menfitnah, asut, pitanah dan sebagainya, dan di akhiri di kantor polisi karena saling melaporkan..?
Mari kita buat sandiwara kehidupan yang berdasarkan ajaran agama dan Adat Istiadat, sehingga perjalan kehidupan sandiwara kita akan penuh arti, saling menyayangi dan mengasihi di antara sesama, hidup akan terasa indah dan damai dalam sebuah kebahagian disebabkan rasa kebersamaan dan saling menghargai telah lahir di dalam hati masing-masing kita.
Sehingga kehidupan dalam sandiwara tak akan di temui lagi, kata-kata kasar, kotor, melecehkan, hasut, fitnah diantara sesamanya, bila sandiwara di kita lakoni berdasarkan ajaran Agama, adat istiadat dan tata krama dalam menjalankan sebuah kehidupan. 
 
Top