N3, Sumbar ~ Pekerjaan Infrastruktur Wilayah Strategis milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat terindikasi ada permainan curang dalam pelaksanaannya. 

Pasalnya belum cukup umur jalan tiga bulan setelah di Projeck Hand Over (PHO) kondisi jalan sudah memprihatinkan.

Saat dikonfirmasi pihak pelaksana dengan lihainya mengelak dan menangkis  dugaan tersebut dengan alasan masih ada masa pemeliharaan selama enam bulan, seperti yang diungkapkan Direktur Utama dari PT. Anugrah Tripa Raya  (ATR )  Jonandri yang akrab disapa Jon ATR  pada Jumat (26/01/2018) di kantornya beberapa waktu lalu.

"Masalah jalan rusak itu biasa dalam pelaksanaannya, kan masih ada masa pemeliharaanya" ungkap Jon ATR.

Kondisi jalan setelah di PHO
Hal senada juga diungkapkan Okta Surya selaku Consultan pengawasnya pada Kamis (01/02/2018) kemarin via selulernya dengan nomor 0812774480xx.

Okta mengatakan, jalan  yang rusak itu sedang diperbaiki, masuk dalam item masa pemeliharaan selama enam (6) bulan, terangnya.

Terkait foto jalan terban yang ada dalam media, itu tidak masuk dalam item pekerjaan kontraktor, tapi kami bersedia memperbaikinya, pungkas Okta.

Masalahnya, pekerjaan yang sudah di PHO itu, apakah sudah sesuai dengan spesifikasinya, ungkap Ir.Indrawan Ketua LSM KOAD pada Sabtu (03/02/2018) tadi dikediamannya.

Indrawan memaparkan, pekerjaan yang menggunakan uang negara harus mengikuti aturan pelaksanaannya, sebab ini menyangkut mutu ketahanan jalan tersebut, terang Indrawan.

"Alih-alih takut terungkap bobrok pekerjaan tersebut, kontraktor manfaatkan peluang dengan mengatakan masuk dalam masa pemeliharaan" terangnya lagi. Tim
 
Top