N3, Agam ~ Persoalan lonjakan jumlah penduduk perlu disikapi seluruh jajaran pemerintahan. Ledakan jumlah penduduk Indonesia cukup mengkhawatirkan, mencapai 258 juta jiwa. Jumlah ini nomor empat terbesar di dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat.

“Kenaikan jumlah penduduk beberapa dekade belakangan cukup mengkhawatirkan. Bahkan jumlahnya naik dua kali lipat, mencapai 258 juta jiwa. Indonesia nomor 4 di dunia,” ingat Kabid Advokasi Penerangan dan Informasi (adpin) BKKBN Sumbar, Imran saat membuka acara sosialisasi Komunikasi informasi dan edukasi (KIE) Kreatif Tahun 2017 di Manggopoh, Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Dalam sosialisasi yang menggandeng langsung Anggota Komisi IX DPR RI, M Iqbal tersebut, Imran menekankan, sosialisasi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di tingkat Kabupaten/Kota perlu mendapat dukungan penuh, jajaran pemerintahan di daerah.

Dalam evaluasi program Keluarga Berencana (KB), kondisi saat ini menurutnya banyak masyarakat yang tidak peduli dengan program KB. Padahal dukungan itu amat perlu untuk menciptakan generasi yang tangguh dan berkualitas. 

Ledakan jumlah penduduk dan kurangnya generasi berkualitas sangat berdampak negatif terhadap aktivitas keseharian masyarakat. Selain berkaitan dengan ketersediaan pangan dan lapangan kerja, sejumlah masalah sosial seperti kriminal dan sejenisnya, sangat rentan untuk terjadi.

“Maka dari itu amat diperlukan membangkitkan kembali program kependudukan. Terutama soal alat kontrasepsi, di samping melakukan sosialisasi kepada generasi muda akan pemahaman pentingnya mengurangi jumlah anak, dan melahirkan generasi masa depan dengan keluarga berkualitas,” ingat dia.

Sementara itu Anggota Komisi IX DPR RI, M Iqbal  mengatakan, program KB sudah dimulai sejak tahun 1950, yang digagas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam upaya pengendalian kependudukan. Seiring waktu, setiap presiden terus mengawal program kependudukan. 

Melihat fenomena lonjakan jumlah penduduk, dia menilai, memang dengan jumlah penduduk yang cukup besar, perlu langkah nyata untuk menekan jumlah tersebut. 

"Eksistensi dan pengaksesan program BKKBN amat penting untuk kita semua," ingat dia.

Saat ini Program KB tak hanya soal pengendalian kependudukan, termasuk juga peningkatan kualitas. Ke depan, Anggota DPR-RI dari daerah pemilihan Sumbar II ini, sangat berharap pembentukan Kampung KB di semua daerah. 

“Ledakan pendudukan akan menyebabkan banyak ancaman, tak hanya pengangguran, namun akan memicu tingginya tindak kejahatan. Untuk mengoptimalkan sosialisasi, untuk itu perlu memperhatikan nasib petugas KB lapangan demi menyukseskan program kependudukan,” ingat dia. (zul)
 
Top