“Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut” (QS Ali Imran : 185) artinya Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Sebait kalimat dari ayat suci Alquran tersebut terucapkan dari mulut Wakil Walikota Padang Emzalmi saat melepas kepergian Asrial Agus salah seorang politisi senior dari partai Golkar Kota Padang yang juga pensiunan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini.

Ratusan pelayat yang mengantar kepergian almarhum tak kuasa menahan duka yang dalam, berbagai kenangan saat bersama Asrial Agus menari dipelupuk mata mereka, baik senyum, tutur katanya yang bijak serta kesederhanaan yang melekat pada pribadinya.

Asrial Agus, yang lahir pada 18 Mei 1943 silam, mulai meniti karirnya dalam dunia pendidikan menjadi guru bahasa Inggris di SMP 3 Payakumbuh pada tahun 1968. Ia dikenal sosok ramah yang mudah bergaul dan berdaptasi dengan masyarakat.  

Dengan pribadinya yang "low profile" banyak dara di kota Payakumbuh (kota galamai) menyukainya. Dan diatara dara cantik itu, Ia pun menemukan tambatan hatinya bernama Eniyus. Seiring waktu keduanya melangsungkan pernikahan pada tahun 1970.

Satu tahun pasca pernikahannya, Asrial bersama keluarganya lalu pindah ke Kota Padang (saat itu masih bernama Kota Madya Padang). Kepindahannya mengajar ke SMP 3 Kota Padang, merupakan rentetetan dari karirnya mengabdikan diri kepada negara dan masyarakat.

Hal ini dibuktikan di usianya yang ke 49 tahun, Ia dipercaya dari Partai Golkar untuk menjadi anggota DPRD Kota Padang periode tahun 1992-1997. Ternyata setelah memasuki usia ke 54 tahun (masa pensiun) pemikiran masih saja dibutuhkan oleh negara dan masyarakat. 

Setelah pensiun dari dunia politik dan pendidikan, bapak dari 7 orang anak dan 8 cucu ini masih saja mengemban kepercayaan sebagai ketua Komite di Enam Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Dasar yang ada di Kota Padang. Selain itu  Ia juga aktif di Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kota Padang. Dan di lingkungan sosial tempat tinggalnya, Ia dipercaya menjabat ketua "Niniak Mamak Enam Suku"  di Kelurahan Bukit Gado-gado Kecamatan Padang Selatan Kota Padang, sampai dengan akhir hayatnya. **

 
Top