N3, Jakarta - Rumah seorang warga di Jakarta Barat sempat didatangi dan dikepung sepasukan oknum polisi dari Polres Jakarta Barat, Minggu siang, 19 November 2017. Rumah yang dihuni Robiansyah, yang adalah anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan pimpinan redaksi media online www.indikasinews.com, bersama keluarganya itu sempat digeruduk para polisi karena menduga pemiliknya adalah pelaku tindak kriminal pengeroyokan dan pembunuhan. Rupanya, oknum-oknum polisi tersebut salah sasaran, hanya karena nama pelaku sama dan berdekatan rumah dengan Robiansyah.

Peristiwa berawal dari tewasnya Muhamad Ridwan (15), diduga akibat tawuran remaja di jalan Daan Mogot KM15, Jakarta Barat, sekitar jam 05:00 WIB Minggu pagi (19/11/17). Salah satu pelaku pengeroyokan hingga tewasnya Muhamad Ridwan beralamat di Kamoung Duri, RT 01 RW 05 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, yang berdekatan dengan kediaman Robby, sapaan akrab Robiansyah. "Ternyata, salah satu dari 6 pelaku pengeroyokan memiliki nama yang sama dengan saya, dan rumahnya pun sangat berdekatan dan rumah tempat tinggal kami, hanya berbeda RT," ujar Robby kepada pewarta media ini.

Terhadap kejadian tidak nyaman itu, Robby menyatakan akan mempertanyakan kepada Kapolres Jakarta Barat, karena Robby merasa telah dirugikan, terutama secara immaterial, seperti rasa shock yang dialami keluarganya, juga ketakutan para tetangganya.

Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI, yang dilapori kasus itu oleh korban Robby, menyatakan sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa anggotanya ini. Dirinya berharap agar rasa takut dan terguncang yang dialami keluarga Robby, terutama anak-anaknya segera teratasi dan pulih seperti sedia kala.

Lebih jauh, Wilson menyampaikan bahwa para oknum polisi yang telah bertindak kurang cermat dalam menjalankan tugasnya itu perlu mendapat program peningkatan kemampuan polisional lagi. "Para oknum polisi dari Polres Jakarta Barat itu telah lalai dalam menjalankan tugasnya. Data intelejen mereka sangat kacau dan ngawur," kata lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Ia sangat menyayangkan sikap dan cara kerja sembrono para oknum polisi yang telah menciptakan rasa takut bagi masyarakat sekitar, terutama keluarga Robiansyah. "Dari keterangan awal, pengeroyokan yang mengakibatkan terbunuhnya Muhammad Ridwan adalah peristiwa tawuran anak-anak remaja yang masih di bawah umur. Robiansyah itu orang dewasa yang sudah berkeluarga, punya anak-anak. Datanya tentu ada di database kepolisian. Mengapa bisa teledor menyatroni rumahnya, apalagi dengan bersenjata lengkap, seperti mau menangkap teroris?" imbuh Wilson penuh tanda tanya.

Untuk itu, kata lulusan dari 3 universitas terbaik di Eropa itu (Birmingham University - Inggris, Utrecht University - Belanda, Linkoping University - Swedia), Pimpinan Polri semestinya melakukan evaluasi terhadap setiap anggotanya. "Kapolri Tito Karnavian sedang gencar-gencarnya mewujudkan Polisi yang PROMOTER, Profesional, Modern dan Terpercaya. Jangan sampai PROMOTER itu hanya jadi jargon Polri semata, jadi slogan kosong belaka. Harus terlihat dong dalam tugas sehari-hari," pungkas Wilson Lalengke yang barusaja terpilih lagi sebagai Ketua Umum PPWI dalam Kongres Nasional PPWI lalu yang berlangsung di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen RI Senayan, Jakarta itu. (APL/Red)
 
Top