N3 Payakumbuh - Berkumpul sesama alumni bukanlah sekedar sebagai ajang silaturahmi yang terbatas pada cerita tentang bagaimana seorang kaya mendaptkan kekayaannya.Ataupun seorang sukses di jabatan menunjukkan hebatnya dia.

Tapi pada hakikatnya modal  pertemuan dan kebersamaan ketika sekolah dulu bisa menjadi tali yang kuat atas rasa kasih sayang dan kepedulian kepada sesama teman sekolah dulu.

Contohnya seperti yang dilakukan oleh  oleh alumni SMPN 4 / SMP Standar angkatan 86. Atas inisiatif sendiri dari salah seorang alumni Asrinaldi yang mengumpulkan zakat dari teman teman yang wajib berzakat dari pendapatannya baik dari alumni pengusaha ataupun dari alumni pegawai/pejabat.

"Saya bersama teman Nurhidayat yang kebetulan bekerja di Departemen Agama kota Payakumbuh mendatangi dan mengelompokkan teman teman yang masuk dalam kategori asnaf yang 8 yaitu orang yang berhak menerima zakat", terang Dedi panggilan Asrinaldi.(19/11)

"Maka tidak ada salahnya seandainya zakat dari teman teman yang mampu diberikan kepada teman teman yang berhak menerimanya. Bukan berarti kita mengelompokkan mana teman yang miskin ataupun teman yang kaya", tegasnya.

Nuhidayat, S.Ag salah seorang alumni 86 SMPN 4 Payakumbuh mengatakan, Pemberian bantuan dari zakat para alumni bukan berbentuk uang kontan, tapi disesuaikan dengan kebutuhan profesi dari teman tersebut. Apabila dia tukang maka akan dibelikan peralatan tukang seperti mesin bor, ketam listrik dan lainnya. Begitu juga apabila teman tersebut berprofesi jualan atau membuat kue maka kita belikan peralatan seperti kompor gas, piring, gelas dan lain lain.

"Semoga apa yang telah dilakukan ini dapat bermanfaat bagi teman yang menerimanya dan menjadi berkah amalan buat yang memberikannya", harap Iyak panggilan Nurhidayat.(Rahmat Sitepu)
 
Top