N3, Tarakan ~ Kewaspadaan Seluruh elemen harus tetap dituntut dalam bertansaksi menggunakan uang. Seperti warga di Kalimantan Utara, terutama Tarakan harus lebih teliti jika menerima uang. Pasalnya, peredaran uang palsu (upal) masih saja “menghantui” sampai sekarang.

Setelah beberapa waktu lalu masyarakat dikejutkan dengan beredarnya uang palsu yang digunakan membeli bensin eceran atau bensin botolan, beberapa hari lalu giliran karyawan konter handphone yang mengalaminya.

Adalah Hasnawati, karyawan konter handphone di kompleks Gusher Jalan Gajah Mada yang menjadi korban. Itu berawal saat dirinya berniat ingin menjual handphone miliknya pada forum jual beli yang ada di Facebook, Rabu (4/10). Sejumlah pengguna Facebook pun merespons, termasuk penyebar uang palsu.

“Setelah saya posting handphone itu di forum, dia (pelaku) malam itu menelepon saya terus-menerus. Malam itu saya lagi karaokean sama teman-teman kerja, kemudian dia telepon terus mau beli handphone tersebut,” ungkap Nana –sapaan akrabnya, Jumat (6/10).

Melalui tawar-menawar yang alot, Nana yang awalnya ingin menjual dengan harga Rp 700 ribu, rela melepasnya hanya dengan Rp 500 ribu. Negosiasi itu disepakati melalui pesan singkat atau short message service (SMS).

Menurut Nana, setelah disepakatinya harga, ia dan pelaku bertemu hari itu juga. Awalnya, pertemuan direncanakan di depan Grand Tarakan Mall (GTM). Namun, karena waktu sudah larut malam, sekira pukul 00.00 Wita, Nana mengajak bertemu di depan Toko Varia yang kondisinya lebih terang.

Keduanya pun bertemu di tempat yang sudah disepakati. Nana yang tiba belakangan dengan menggunakan mobil, langsung dihampiri pelaku yang datang lebih dahulu.

Transaksi pun terjadi. Tanpa mengecek kondisi handphone Nana, pelaku langsung membayar harga yang disepakati dengan uang pecahan Rp 50 ribu. Sementara Nana sempat menghitung uang yang diberikan, namun tidak mengetahui kalau itu uang palsu.

Nana baru mengetahui setelah dirinya ingin belanja di salah satu supermarket dengan menggunakan uang tersebut. Namun, ketika dicek oleh kasir supermarket, ternyata diketahui uang tersebut palsu. 

Nana sempat menandai ciri-ciri pelaku. Menurutnya, pelaku berjenis kelamin pria, berbadan gemuk, memakai sepeda motor Yamaha Fino. Namun, hingga kemarin dia tidak melaporkan kepada pihak kepolisian, karena barang bukti telah dimusnahkan dengan cara digunting-gunting.

Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Ipda Denny Mardiyanto, berharap apabila ada masyarakat yang menemukan uang palsu segera melaporkan kepada pihaknya.

“Masyarakat harus jeli juga dalam bertransaksi. Setidaknya harus meraba dan menerawang untuk memastikan uang tersebut asli atau tidak. Kami imbau untuk berwaspada dan berhati-hati terhadap peredaran uang palsu,” pesannya. (Tim - RN/ PPWI)
 
Top