N3, Sumbar ~ Ketua Dekranasda Sumbar, Nevi Prayitno mendukung penyelenggaraan Minangkabau Fashion Festival, yang bertujuan untuk mengangkat industri fashion di Sumbar dengan nuansa kekayaan budaya Minangkabau. 

Sepertim bordir, sulam, tenun, songket yang dinilai sangat besar karena seluruh sulam dan bordir yang ada di Indonesia dimiliki Sumbar, bahkan 10 daerah penghasil tenun tersebar di provinsi ini.

Minangkabau Fashion Festival 2017 menjadi wajah industri fashion mengkreasikan identitas Sumbar. Desainer muda juga ikut diberi ruang untuk berinovasi, antara lain Lomba Membuat Desain Motif Batik Minang,Minang Fashion Designer Competition, Lomba Modifikasi Batik Kurung, dan Lomba Sepasang Busana Pengantin Tradisional Minangkabau

Kriteria penilaian dari keempat lomba tersebut secara umum mencakup konsep ready to wear dengan inovasi desain kekayaan lokal yang berdaya jual tinggi.

Minangkabau Fashion Festival 2017 sukses menggaet banyak peserta. Hal ini bisa dilihat dari respons di media sosial. Sebanyak 60% dari peserta pemula dan 30% dari desainer profesional ikut mendaftar di acara ini.

Angka ini membuktikan bahwa para desainer pemula pun memiliki minat yang tinggi untuk meng-explore motif Minangkabau.

Nantinya akan dipilih 10 sketsa terbaik dari setiap kategori. Lalu mereka akan diberikan pembekalan dan karyanya ditampilkan di auditorium. Untuk yang berhasil meraih juara 1, 2, dan 3, karyanya akan ditampilkan di MFF di Jakarta pekan depan.
 
Top