N3, Aceh Utara - Anggaran otsus tahun 2016 sebesar 7,254,102,0110 pada Dinas Pengairan dan Energi Sumber Daya Air untuk pekerjaan lanjutan pembangunan Embung Lhok Gajah terkuras hanya untuk pengerukan, penimbunan dan pemasangan batu.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pengairan dan Energi Sumber Daya Air, Muhammad, ST mengatakan anggaran tersebut tidak terdapat item pemasangan geomembran.

Menurut dia, geomembran sudah dipasang pada pekerjaan lanjutan dengan menggunakan anggaran 2015. "Kita tidak membayar pekerjaan yang dilakukan pada tahun 2015," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

"Kita langsung memasang batu retrap di tebing embung, sebab sebelumnya sudah dipasang geomembran dengan menggunakan dana tahun anggaran sebelumnya," ujarnya.

Kegiatan Pembangunan Embung dan Bangunan penampung air lainnya dengan pekerjaan lanjutan pembangunan Embung Lhok Gajah dengan menguras anggaran sebesar negara bersumber dana otsus Kabupaten Aceh Utara senilai Rp. 7,254,102,0110, berupa penimbunan dan pemasangan batu retrap dan pengerukan

Sebelumnya, PPTK mengatakan ditebing dipasang batu gajah dan sekarang berubah berupa pemasangan retrap dan pengerukan tebing.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Pembangunan Embung Lhok Gajah yang terletak di Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Aceh mulai rusak, meski pemasangan batu gajah baru dikerjalan dengan anggaran Otsus 2016.

Pantauan awak media di lapangan, batu yang dipasang sudah tidak lagi berada ditempat pemasangan, mungkin karena kecilnya batu yang dipasang.

Menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pengairan dan Energi Sumber Daya Air,Muhammad, kegiatan di Embung Lhok Gajah pada tahun 2016 berupa pemasangan Batu Gajah di tebing dan juga penimbunan krueng atau sungai.

"Tahun 2016, kita lakukan pemasangan batu gajah di tebing sepanjang 200 meter dan juga  pemotongan Sungai agar mengalir ke pintu air yang sudah dibangun tahun sebelumnya," ujar Muhammad saat ditemui di ruang kerjanya.
 
Top