N3, Jakarta ~ Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan seni instalasi bertajuk Patung Menembus Batas di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jakarta Barat.

Patung karya seniman Respati Teguh Santoro Ostenrik ini terdiri dari pecahan empat keping Tembok Berlin dengan 14 figur manusia baja.

"Jadi patung ini adalah ikon baru di Kalijodo," kata Djarot di lokasi. "Patung ini penuh dengan pesan sarat makna."

Djarot menjelaskan, patung ini memiliki makna tentang persatuan bangsa Indonesia. "Ini jadi pengingat bahwa tembok yang membedakan kita telah musnah," kata Djarot.

Konsep Patung Menembus Batas telah digagas oleh Teguh sejak 27 tahun silam. Namun, karena keterbatasan biaya, Teguh tidak mampu merealisasikan rencananya tersebut.

Setelah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Teguh baru bisa mewujudkan karya seni impiannya tersebut.

Tembok Berlin dibangun pada 1961 untuk memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur akibat perang dingin dua kubu negara adikuasa, yakni blok timur serta blok barat. Tembok Berlin dalam instalasi Patung Menembus Batas sebagai pemisah bangsa yang harus ditembus demi persatuan.

"Sekarang kita tidak perlu lagi bicara soal tembok-tembok kultural, kepercayaan, atau warna kulit karena sudah wakrunya kita menembus tembok itu," kata Teguh.

Patung Menembus Batas ini diresmikan dengan tabuhan gendang oleh Djarot Saiful Hidayat. Acara peresmian turut dimeriahkan oleh penampilan kejutan dari grup band Slank. (tc-red)
 
Top