N3, Bengkalis ~ Perusahaan PT. Meskom Agro Sarimas (MAS), disinyalir dengan sengaja melakukan pembuangan limbah beracun hasil pengelolaan buah kelapa sawit dari perusahaan tersebut. Ironisnya, pihak pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis sendiri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terkesan tidak mengetahui, bahkan saat melakukan pemeriksaan, sama sekali tidak sampai di lokasi pembuangan. 

Hal ini disampaikan BD mewakili masyarakat lainnya kepada wartawan, saat tinjau lapangan dilokasi hasil pembuangan limbah beracun beberapa saat lalu.

“Jadi kalau limbah itu sudah kemana-mana, untuk menghilangkan jejak, pihak Perusahaan memerintahkan pada anak-buahnya untuk secepatnya menaburkan abu kayu diatas limbah, supaya limbah dibuang sembarang tidak di ketahui masyarakat, “ungkap BD. 


Terkait hal ini, pihak perusahaan PT. MAS melalui bagian lingkungan, Reno ketika dikonfirmasi mengaku bahwa pipa limbah tersebut, sedang dilakukan perbaikan, karena terjadi kebocoran. “Limbah itu tidak beracun, itu kan limbah organik, bahkan bisa dijadikan pupuk, “terangnya. Sementara itu, menurut Wakil Ketua DPD Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKi) Kab. Bengkalis, Jefri meminta pada DLH untuk melakukan tindakan tegas pada perusahaan yang diduga dengan sengaja melakukan pembuangan limbah sembarangan. 

“Apapun persoalannya, yang namanya limbah itu beracun, sehingga saya tidak setuju apa yang dikatakan pihak Perusahaan melalui Reno bahwa limbah PT. MAS yang dibuang sembarangan tersebut, tidak beracun. Kalau memang tidak beracun, suruh Reno yang ngomong sembarangan itu meminum sikit saja limbah tersebut, “tegasnya. Sebab itu, DLH Bengkalis jangan tutup mata soal pembuangan limbah sembarangan oleh PT MAS yang diduga sudah sekian lama tanpa ada tindakan apapun.

"He he. Setelah Diberitakan, DLH Bengkalis dan PT. Mas Jadi Sibuk"

“Makanya setiap tahun ada saja orang meninggal dikawasan perusahaan tersebut, ini bisa jadi dan tidak menuduh, mungkin diantaranya memang imbas dari pembuangan limbah sembarangan yang kita duga sudah berjalan bertahun-tahun, “beber Jefri. 

Dari pantauan dilapangan beberapa waktu lalu, terlihat limbah yang dibuang sembarangan tersebut, terkesan seperti sudah sekian lama dilakukan, karena warna kekuningan di dinding kanal mengarah ke sungai sudah melekat di dinding kanal yang sulit untuk dihapus. Bahkan dalam pembuangan limbah itu dilakukan beberapa titik. Dengan mengosongkan bak yang telah disediakan untuk tempat penampungan limbah tersebut.**Tim/Red/RE


 
Top