N3, Jakarta - Kawasan Kota Tua adalah sebuah destinasi wisata yang cukup banyak diminati oleh wisatawan baik domestik maupun manca negara. Destinasi wisata sejarah yang berada di wilayah Jakarta Barat ini belum banyak diketahui oleh masyarakat secara luas, baik dari sisi area maupun nilai sejarahnya. Mendengar kata "Kota Tua" masyarakat berasumsi adalah museum Fatahilah dan museum bank Mandiri.

Melihat kondisi tersebut, insan media yang berada di Jakarta menganggap perlu membentuk suatu Kelompok Kerja (Pokja) wartawan guna lebih memaksimalkan publikasi destinasi wisata sejarah tersebut.

Sebagai bentuk kepedulian insan media terhadap kekayaan budaya dan destinasi wisata kawasan kota tua, setelah melalui beberapa tahapan musyawarah sesama awak media dan pihak Unit Pengola Kawasan (UPK) Kota Tua, hari ini, Selasa (17/10) resmi terbentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pewarta Kawasan Kota Tua.

Musyawarah pembentukan dan penetapan kepengurusan Pokja Pewarta Kota Tua diselenggarakan di ruang rapat UPK Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Rapat dimulai pukul 18.30 s.d. pukul 20.15 wib, Selasa (17/10).

Hadir dalam musyawarah tersebut beberapa perwakilan media, baik media cetak, elektronik dan media siber antara lain; Adin Syaefudin (Pemred IndonesiaMediaCenter.com), Ichwan Lazuardi (Wakil Pewarta Warga Tambora), Rusdi Djana (Pemred SKPK), Andi Nirmansyah (Pemred Tabloid Otoritas), Erwin K Wibisono (Pemred Tabloid Restorasi), dan lain-lain.

Berdasarkan hasil musyawarah tersebut, diambil kesepakatan dan keputusan susunan kepengurusan Pokja Pewarta Kota Tua Periode 18 Oktober 2017 - 17 Oktober 2020, sebagai berikut:

Dewan Pengarah:
1. Syaefudin
2. Andi M Nirmansyah
3. Ichwan Lazuardi
4. Yoyon Wardoyo
5. Erwin K Wibisono
6. Nurhalim

Ketua : Toni Flamingo
Wakil Ketua 1 : Rusdi Djana
Wakil Ketia 2 : Muhidin
Sekretaris : Fajar S Anggoro
Bendahara : Endang E Mandaras
Koordinator Bidang- Koordinator Bidang.

Susunan diatas lebih lengkap akan dituangkan dalam berita acara rapat dan akan diserahkan kepada UPK Kota Tua dalam waktu dekat.

Adapun tujuan dibentuknya Pokja Pewarta Kota Tua adalah sebagai mitra UPK Kota tua untuk membantu mempublikasikan kota tua kepada publik. Menggali potensi yang belum terekspose untuk dipublikasikan kepada dunia, agar masyarakat baik nasional maupun dunia internasional lebih tertarik untuk mengunjungi destinasi ini.

Pokja Pewarta Kota Tua dalam waktu dekat akan menyediakan media online khusus untuk publikasi kawasan kota tua. Membuat media cetak baik berupa buletin, tabloid dan majalah sekitar wisata kota tua.

Ketua UPK Kota Tua, Norviadi Setio Husodo menyambut baik pembentukan Pokja Pewarta Kota Tua.

Ia berharap dengan keberadaan Pokja ini, promosi wisata kota tua akan lebih dapat ditingkatkan lagi sampai go-internasional.

"Saya harap keberadaan Pokja ini dapat membantu meningkatkan promosi wisata kota tua hingga go-internasional," ungkap Novri, demikian panggilan akrabnya kepada pengurus pokja terpilih.

Ia juga mengingatkan agar semua wartawan yang tergabung dalam pokja ini melepaskan almamater asalnya dan mengedepankan publikasi kota tua. (syf/pokja)
 
Top