N3, Banjarmasin – PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) Kalimantan Selatan bersama sejumlah ormas/OKP di siap menggelar nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan G30S/PKI di lapangan Mini Expo Kamboja, Jumat (29/9) malam ini. Bahkan, kegiatan nobar film G30S/PKI juga digelar elemen masyarakat di setiap kelurahan di seluruh Kota Banjarmasin.

Sejumlah ormas/OKP yang ada di Kalimantan Selatan tersebut menamakan dirinya AGAK (Aliansi Gerakan Anti Komunisme). Mereka terdiri dari PKKB (Pusat Kajian Kebudayaan Banjar), ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) Muda, RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Bankom Banjarmasin, AKBES Kalimantan, GBN (Gerakan Bela Negara), KPMP (Komando Pejuang Merah Putih), KERANDA (Kerukunan Rakyat Nasional Daerah), Aliansi Anak Pejuang Kemerdekaan ’45 Kalimantan, Srikandi Pemuda Pancasila DPW Kalsel, PP (Pemuda Pancasila) Kota Banjarmasin, PUSJIS (Pusat Kajian Strategis dan Sosial) Indonesia, GAIB (Gerakan Aliansi Islam Bersatu), Borneo Berdaulat, LKHBS (Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum dan Sosial), KPK (Komunitas Peduli Kota), API (Aliansi Penyelamatan Indonesia), FPI (Front Pembela Islam) Kalsel, iloenx enterprise dan KOPI (Koran Online Pewarta Indonesia).

"Malam ini di Lapangan. Silakan datang, kalau tidak mau juga tidak apa-apa. Nanti akan menggunakan layar tancap," ujar Samsul Ma’rif, Presidium AGAK kepada KOPI.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina juga rencananya akan ikut nonton bareng warga Kota Banjarmasin menyaksikan tayangan film sejarah tersebut.

Menurut Samsul, menyaksikan film G30S/PKI tidak masalah. Sebab, sejarah yang pernah terjadi di Indonesia jangan pernah dilupakan oleh warga Indonesia sendiri.

"Setiap sejarah perlu dicermati. Jika ada tafsir-tafsir ya silahkan saja, selama belum ada pembandingnya kita bisa belajar dari yang ada. Jangan sekali-kali menghilangkan sejarah," ungkap lelaki yang akrab disapa Achoel ini.

Di tempat terpisah, Ketua Pusat Kajian Kebudayaan Banjar Taufik Arbain mengatakan dengan adanya nobar film G30S/PKI ini, setidaknya warga Banjarmasin kembali bisa mengingat sejarah yang pernah terjadi di Tanah Air. Film tersebut mengisahkan tentang kekejaman komunis yang pernah menculik dan membunuh para jenderal.

Acara Nobar kali ini beda dari yang lain, karena akan diselingi oleh penyerahan bantuan sembako dan bakti sosial kepada 10 anggota Legiun Veteran.

"Ini sejarah bangsa. Mereka para veteran jelas sangat berjasa atas kelangsungan negara ini. Harus kembali diingat dan dipelajari. jangan sampai kelompok seperti ini muncul kembali di Indonesia," pungkas lelaki yang juga menjabat Staf Khusus Gubernur Kalsel tersebut. (ichal iloenx/KOPI Kalsel)
 
Top