N3, Sumbar ~ Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno hari ini, Senin (25/9), bertempat di Auditorium Gubernuran, secara resmi melepas 70 calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar asal Sumbar ke Mesir yang terdiri dari 52 calon mahasiswa laki-laki dan 18 calon mahasiswa perempuan.

Dalam sambutannya pada acara yang tahun ini bertema "Mengokohkan Cita, Membangun Asa, Menyemai Berkah untuk Negeri" tersebut, Gubernur berpesan agar seluruh calon mahasiswa sungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan dan waktu yang dimiliki selama di Mesir untuk belajar dan menuntut ilmu agar kelak mampu membawa pulang ilmu yang baik dan bermanfaat, tidak saja untuk diri sendiri, namun juga keluarga dan masyarakat. Khususnya, dalam mendorong terciptanya akhlak mulia.

"Harapan kami (Pemerintah Provinsi Sumatera Barat), usai belajar nanti ananda menjadi ustad dan ulama. Masyarakat kita sangat membutuhkan itu (ustad/ulama). Karena tidak akan mungkin masyarakat dapat memiliki akhlak mulia tanpa bimbingan ustad dan ulama. Ananda nanti akan menjadi tumpuan kami untuk melakukan ijtihad guna menyelesaikan masalah-masalah kekinian," harapnya.

Kepada calon mahasiswa yang hadir Gubernur kemudian mengungkapkan bahwa sistem dan metode perkuliahan di Mesir sedikit berbeda dengan yang lazim diterapkan di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya, tidak adanya absensi kehadiran di kelas. Terkait hal ini, sambil berseloroh Gubernur berpesan, "Tapi jangan karena tidak ada absen, sebentar-sebentar main ke Piramid terus. Jangan juga ditiru itu film Ayat-Ayat Cinta."

Menyangkut keamanan di Mesir nanti, Gubernur berpesan agar seluruh calon mahasiswa mampu menjaga dan menahan diri untuk tidak terlibat dalam masalah apapun yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan yang akan dijalani. Mahasiswa juga diimbau untuk arif dengan budaya setempat serta menghindari sikap angkuh dan sombong saat berinteraksi dengan masyarakat setempat.

"Di Mesir, jaga diri. Sebagai mahasiswa dari Sumbar, jaga nama daerah kita. Jaga juga nama bangsa kita. Jangan ikut-ikutan masalah negara orang. Ananda juga harus arif melihat budaya orang, tidak perlu ikuti kalau tidak sesuai, namun harus arif. Maklumi dan jangan sekali-sekali dilanggar," pesannya.

Lebih lanjut Gubernur menerangkan bahwa Mesir kini berada di tengah konflik domestik dan pemerintahnya tengah menerapkan razia di daerah-daerah tertentu di sana. Untuk itu, Gubernur mengimbau agar calon mahasiswa menjauhi tempat-tempat yang ia maksud guna menghindari masalah yang dapat mengancam keselamatan dan membuat risau orang tua di kampung.

"Untuk kondisi saat ini, saya ingatkan hati-hati. Ada zona-zona yang jangan didatangi, jangan didekati. Nah, ini hati-hati, jangan sampai terlibat masalah. Jangan membuat masalah," tegasnya.

Bagaimanapun, kepada orang tua calon mahasiswa yang hadir pada kesempatan tersebut Gubernur meyakinkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah memiliki asrama guna menampung pelajar asal Sumbar yang menuntut ilmu ke Mesir. Asrama ini, sambung Gubernur, berada di zona aman dan jauh dari konflik.

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh calon mahasiswa untuk tetap kompak, solid, dan saling tolong-menolong selama di rantau Mesir nanti. "Sakit seorang, sakit bersama," ungkapnya.

Sementara itu, Hidayatullah, Ketua Ikatan Alumni AL-Azhar Indonesia (IAAI) Sumbar, dalam Laporannya menyebutkan, jumlah calon mahasiswa asal Sumbar saat ini meningkat dari tahun kemarin yang hanya berjumlah 40 calon mahasiswa. Zrd
 
Top