N3, Padang - Gempa Mentawai-Padang M 6,0 (update) dinihari tadi memiliki kedalaman 59 km. Lokasi episenter gempa ini terletak di Samudra Hindia di bawah Cekungan Busur Muka (Fore Arc Basin) antara Kepulauan Mentawai dan Pantai Barat Sumatra.

Ditinjau dari kedalaman hiposenter 59 km dan mekanisme sumbernya yang berupa sesar naik (thrust fault), tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas "subduksi lempeng" Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona transisi Megathrust-Benioff. Juga zona transisi dari kedalaman dangkal ke kedalaman menengah. Sehingga dapat dijelaskan juga bahwa gempabumi ini tidak dipicu oleh aktivitas Sesar Mentawai, melainkan murni akibat aktivitas subduksi lempeng.

Memang di zona cekungan busur muka, antara Mentawai dan daratan Sumatra terdapat struktur Sesar Mentawai, tetapi aktivitas gempa sesar ini dangkal kedalaman tidak lebih dari 20 km.

Peristiwa gempa ini menarik, karena episenternya relatif dekat dengan episenter gempa merusak Sumatra Barat pada 30 September 2009 berkekuatan M=7,6 yang menyebabkan lebih dari 1.000 orang meninggal dan ribuan lainnya menderita luka berat dan ringan. Pusat gempa pagi dini hari tadi hanya berjarak 66 km dari pusat gempa merusak 2009. Hanya saja lokasi episenter gempa 2009 lebih dekat ke daratan Sumatra dengan kekuatan yang lebih besar.

Di zona ini juga pernah terjadi gempa dahsyat pada masa lalu, yaitu gempa merusak Sumatra Barat dan Kepulauan Mentawai pada 1833 (diperkirakan kekuatannya antara 8,8 hingga 9,0) yang memicu terjadinya tsunami dan melanda pesisir Padang hingga Bengkulu. Kerusakan akibat tsunami jg dilaporkan terjadi di Seychelles, negara kepulauan di samuderanHindia.  Daryono/Hendri
 
Top