N3, Lhokseumawe - Para pelajar siswa-siswi sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe sangat begitu besar berkeinginan untuk mengetahui sebenarnya tentang sejarah bangsa Indonesia.

Keinginan para pelajar itu lantas diteruskan melalui Gurunya kepada Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono yang diterima oleh Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 011/Lilawangsa Mayor Inf Abdul Rajab, meminta agar diputarkan Film G-30 S/PKI di sekolah Sukma Bangsa, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhoksuemawe, Selasa (26/9).

Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono melalui Kapenrem 011 Lilawangsa mengatakan, kita ketahui bersama, saat ini seluruh rakyat Indonesia khususnya para pemuda generasi penerus bangsa banyak yang belum mengetahui tentang sejarah bangsa kelam atas kekejaman dan pengkhianatan yang dilakukan oleh Gerakan Partai Komuni Indonesia atau PKI terhadap enam Jenderal yang dibantai dan dimasukkan ke dalam sumur di kawasan Lubang Buaya, dengan tujuan agar dapat menguasai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Memang sejak film itu tidak lagi tayang di TV, banyak generasi muda saat ini tidak mengetahui tentang sejarah kelam, ya wajar para pelajar ingin mengetahui tentang sejarah bangsa kelam, kan merekalah kelak yang akan memimpin Negeri ini, dan itu harus dipenuhi permintaan mereka ingin menyaksikan Film G-30 S/PKI, mereka wajib tau”, tutur Kapenrem.

Dihadapan para Siswa/siswi sekolah Sukma Bangsa, usai pemutaran film G-30 S/PKI, Kapenrem menyebutkan, ini lah kekejaman dan pengkhianatan yang dilakukan oleh Gerakan Partai Komuni Indonesia atau PKI kepada Bangsa Indonesia dan kepada para Jenderal kita. Direncanakan atas Intruksi Danrem 011/Lilawangsa, pada malam tanggal 30 September akan di putar secara besar-besaran. kali ini filmnya tidak di potong-potong, tayang utuh di Lapangan Jenderal Sudirman Korem 011/Lilawangsa Lhokseumawe, sebutnya.

Saat di putarkan film G-30 S/PKI di hadapan para pelajar tersebut, tampak terlihat keseriusan dan antusias dari raut wajah mereka serta kemarahan atas apa yang telah dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI terhadap para Jenderal yang diculik dan dibunuh. PPWI
 
Top