N3, Sebatik ~ Tim Petugas Karantina Tarakan wilayah kerja Sebatik yang terdiri dari La Fendi Taa, Maruliman Panjaitan dan Iman Gunawan ikut serta dalam kegiatan kunjungan kerja Rombongan Kumpulan Kerja Keselamatan Negeri (KKKN) dan Sosek Malindo Sabah Malaysia yang digelar hari ini di Dermaga Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sei Nyamuk Desa Sungai Pancang Kec. Sebatik Utara Kab. Nunukan Prov. Kalimantan Utara. Acara dimulai pada pukul 09.10 WITA. (23/8).

Kunjungan kerja dalam rangka peninjauan Terminal Penumpang Dermaga Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sei Nyamuk dan Speed Boat Tasbara yg akan digunakan untuk melayani rute Sebatik menuju Tawau Sabah Malaysia dan sebaliknya. 

Kegiatan yang diikuti beberapa pejabat dari Malaysia, pendamping dari KJRI Kinabalu dan KRI Tawau dan perwakilan dari pihak Indonesia dari Kabupaten Nunukan. 

Drs. Tommy Harun selaku Sekretaris Daerah Kab. Nunukan menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim Lawatan Sosek Malindo dari Negara Malaysia di Sebatik-Indonesia. Pertemuan ini sebagai bentuk silahturahmi dan kelanjutan dari rangkaian Sosek Malindo. 

Perlu kerjasama yang baik dua negara karena pada dasarnya kita saling  membutuhkan dan kita ini sama satu rumpun. 

"Semoga apa yang menjadi harapan kita dapat disetujui oleh pihak Malaysia untuk mewujudkan kebaikan dalam hubungan dan pelayanan kepada warga dua negara khususnya dalam transportasi laut" Jelasnya.

Datuk Asnimar binti Hj. Sukardi (Ketua Delegasi Malaysia) mengucapkan terima kasih atas sambutan kepada rombongan kami. 

"Berkenaan dengan hal masalah dari Sei Nyamuk Sebatik adalah maklumat dari negara untuk kerjasama kawasan. Khusus akan dibukanya angkutan laut kapal dari Sei Nyamuk ke Tawau, kita akan menanti kesiapan dari pihak Indonesia untuk melengkapi dan menyempurnakan proyeknya, semoga ini bisa terlaksana dengan baik" Asnimar. 

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan, salah satunya oleh Abdi Jauhari, S.T (Kadis Perhubungan) tentang spesifikasi kapal yang intinya jarak Sei Nyamuk ke Tawau 6,5 NM dengan waktu tempuh 15 menit kecepatan kapal 20-25 knot. Spesifikasi kapal cukup memadai dengan 250 Pk HP 3 unit Suzuki dan genset. Bahan fiberglass buatan 2015. 

Kapasitas 40 penumpang. Dengan fasilitas interior dan eksterior. Alat navigasi, remote kontrol, fire house, pelampung 50 set. Ijin dari Menhub RI sudah diberikan kecuali ijin dari Jabatan di Tawau. Kemudian acara diakhiri dengan Penyerahan dokumen untuk kelengkapan administrasi dan cinderamata.

Dengan dibukanya jalur angkutan ini akan lebih meningkatkan resiko masuknya Hama Penyakit Hewan Karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina.Sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari pengambil kebijakan di Badan Karantina Pertanian. (Bonar Sahat)
 
Top