N3, Sumbar ~  Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit Dt Malintang Panai membuka secara resmi Rakerda itu menyambut positif keinginan Iwapi Sumbar untuk berkontribusi menanamkan investasi di sektor pariwisata dan kuliner. Ia mengakui bahwa Iwapi memiliki potensi besar untuk bisa menanamkan modalnya membangun dan mendukung sektor pariwisata dan kuliner di Sumbar.

"Iwapi ini kan kumpulan pengusaha, sama dengan yang lain. Hanya saja, pengusahanya adalah wanita. Soal, inovasi kreatifitas dan modal mungkin sama dengan pengusaha lain. Untuk itu, kita mendukung Iwapi bisa melirik sektor pariwisata dan kuliner di Sumbar. Bahkan, kalau bisa juga bergerak di bidang yang lebih besar lagi yaitu ekspor dan impor," ajaknya,Minggu (20/8) di Padang  .

Nasrul Abit menyebutkan pengusaha-pengusaha yang tergabung dalam Iwapi memang lebih banyak bergerak di bidang UKM di Sumbar. Untuk itu, Pemprov Sumbar memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk Iwapi masuk ke sektor pariwisata dan kuliner di Sumbar.

"Pemprov Sumbar tawarkan kepada Iwapi untuk masuk ke pariwisata dan kuliner atau masuk ke sektor ekspor dan impor. Terserah, kemana mereka siap. Yang jelas, Pemprov Sumbar akan terus mendukung Iwapi supaya berinvestasi di Sumbar. Semakin banyak investasi, tentu semakin banyak pembangunan dan roda ekonomi tentu juga akan semakin baik," tegasnya.

Sementara itu Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Sumbar melirik bisnis pariwisata dan kuliner yang mulai menjanjikan. Jika selama ini, Iwapi Sumbar bergerak di sektor Usaha Kecil Menengah bidang kue, baju dan lainnya, sekarang didorong masuk ke pariwisata, kuliner dan bahkan bidang ekspor-impor

"Harus diakui bahwa Iwapi Sumbar masih banyak bergerak di bidang UKM. Untuk itu, dengan terbukanya banyak peluang di sektor pariwisata dan kuliner, kita dorong mereka untuk bergerak di bidang tersebut. Bahkan, juga di bidang ekspor-impor,"kata Ketua DPD Iwapi Sumbar, Hj. Emma Yohana usai Rakerda Iwapi Sumbar, .

Anggota DPD RI asal Sumbar itu menyebutkan saat ini Pemprov Sumbar sedang giat-giatnya mencari investor di sektor pariwisata. Seiring dengan sudah diberi labelnya Sumbar sebagai tempat pariwisata halal, maka peluang di sektor pariwisata sangat terbuka. Untuk itu, Iwapi Sumbar, kata, Emma siap memberikan kontribusi dengan masuk berinvestasi di sektor tersebut.

"Kalau ada pengusaha di Sumbar sendiri, kenapa Pemprov Sumbar harus melirik investor asing. Iwapi siap memberikan kontribusi. Kita akan dorong Iwapi untuk masuk ke dalam sektor pariwisata dan kuliner ini," kata Emma.

Iwapi sendiri, kata Emma sudah memiliki kepengurusan hampir di semua kabupaten dan kota di Sumbar. Hanya dua daerah yang belum bergerak yaitu Mentawai dan Solok Selatan. Sedangkan, sisanya sudah memiliki kepengurusan dan sedang mengurus.

"Kalau kepengurusan yang aktif sebenarnya ada 11 kabupaten dan kota. Enam daerah lainnya sudah bergerak mengurus kepengurusan yang baru. Hanya Mentawai dan Solok Selatan yang belum ada. Namun, akan kita dorong juga untuk segera membentuk kepengurusan,"katanya. Zrd
 
Top