Mari ikuti dan baca sampai habis keluhan seorang Ibu sewaktu kunjungi pantai muaro lasak tepatnya di dekat tugu perdamaian merpati yang sempat di usir para pedagang karena tidak duduk di warung dekat mobil di parkirnya.

Dia sengaja mempublikasikan ke publik lewat tulisan dan di tuliskan  kekesalannya di halaman Facebook humas kota padang, dengan tujuan agar kota ini tertib dan nyaman serta bersih di lokasi objek wisata,

kedepannya dia berharap  tidak ada lagi para pedagang mengusir pengunjung untuk kepentingan pribadinya. Beginilah ceritanya....

Hari sabtu tgl 19 Agustus, saya dan anak2 ke pantai Padang dan parkir di pinggir jalan, area sesudah tugu perdamaian.

 Ketika saya parkir mobil di situ, saya di tanya sama ibu2 yang duduk di trotoar : apakah saya akan duduk di tenda payung dia atau tidak.

Krn saya jawab "tidak", saya lalu diusirnya.. tidak boleh parkir di situ.

Ternyata mental seperti itu masih ada Pak.. kalau saya sih kemaren ga mau mindahin parkir. Dan saya bilang akan saya laporkan ke pak wali kalau masih mengusir spt itu.

Intinya, masyarakat sekitar yang berusaha di tepian pantai Padang harus diedukasi lagi pak.

Karena hal seperti itu jika terus dibiarkan akan mengurangi wisata di sana.

Selain itu, kondisi pantai bisa dibilang banyak sampah.. karena pengunjung/pedagang yang di payung2 warna warni banyak yang membuang sampah sembarangan.

Seperti bonggol jagung bakar, bekas batok kelapa muda, sampah plastik juga banyak.

Sementara saya lihat di area tugu perdamaian ada tong sampah besar yang isinya hampir kosong.(***)
 
Top