N3 Payakumbuh - Walikota Payakumbuh, Riza Falepi menerima piala Adipura 2017 pada Malam Anugerah Lingkungan yang bertempat di Auditorium Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (2/8). Piala kesepuluh bagi kota Payakumbuh itu diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya.


Ditemui usai acara, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Payakumbuh, Jhon Kenedi, Riza Falepi mengungkapkan, adipura kesepuluh ini menjadi kebanggaan tersendri. "Karena artinya sudah genap sepuluh kali, Payakumbuh diakui sebagai kota yang berkomitmen tinggi menjaga kebersihan dan ramah lingkungan. Dan benar-benar tak mudah mempertahankan gelar adipura dari waktu ke waktu", ujarnya.


Lebih lanjut Riza menekankan, "Yang terpenting adalah bagaimana tetap menjadikan hidup bersih ini sebagai bagian dari gaya hidup dan menjaganya terus berkelanjutan seperti itu".


Senada dengan Walikota, Jhon Kenedi, menambahkan, target Pemko Payakumbuh bukan sekedar adipura tetapi budaya  gaya hidup yang bersih dan adipura sebagai bonusnya.


Adipura kesepuluh ini, kata Jhon Kenedi, merupakan wujud dari kepemimpinan Kepala Daerah dan partisipasi aktif masyarakat kota Payakumbuh untuk mewujudkan kota yang berkelanjutan secara ekologis, sosial, dan ekonomis. Setiap tahunnya, penilaian adipura terus ditingkatkan dan diperketat agar terseleksi kab/kota yang sungguh-sungguh berkomitmen.


"Komitmen kota Payakumbuh paska meraih sepuluh adipura memang tidak diragukan. Tapi bagaimana kedepan, selalu ada peningkatan dalam perwujudan komitmen itu. Terutama dibidang pengelolaan sampah yang berimbas pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat", jelas pria yang akrab disapa JK tersebut.


Itulah mengapa, meski baru saja lolos dari penilaian dan berhasil meriah adipura, JK sudah meluncurkan manuver baru di bidang pengelolaan lingkungan hidup di kota Payakumbuh. Selain menumbuh kembangkan perilaku pengelolaan sampah yang baik untuk seluruh pegawai dilingkungan dinasnya, JK juga sudah menurunkan 30 Satgas ke rumah-rumah penduduk membantu secara teori dan praktek mengelola sampah di rumah tangga.


Satgas yang mulai terjun ke masyarakat pada 25 Juli kemarin itu, dibagi menjadi 5 tim. Setiap bulan tim Satgas disebar ke satu kelurahan di 5  kecamatan. Bulan berikutnya, tim satgas pindah ke kelurahan yang berbeda, begitu selanjutnya hingga tuntas 48 kelurahan.


"Dengan begitu, diharapkan, masyarakat bisa memahami arti penting kebersihan sekaligus cara mengelola sampah yang baik, yang berimbas pada keberlanjutan ekologis, sosial dan ekonomis dimaksud", tandas JK. (Rahmat Sitepu)
 
Top