Satu lagi, proyek bermasalah dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Padang. Kali ini, proyek yang terkesan dimainkan itu, yakni pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) bertingkat untuk SMP Perti Padang. Soalnya proyek yang dikerjakan CV. Beben Persada Mandiri ini, sarat penyimpangan. Kok, bisa?

N3, Padang ~ Dinas Pendidikan Kota Padang, sepertinya menjadi lahan bagi rekanan untuk meraup keuntungan. Selama ini, proyek Penunjukkan Langsung (PL) menjadi pundi-pundi, baik oleh orang orang dekat penguasa, maupun oknum anggota dewan, berkedon dana aspirasi.

Begitu juga proyek fisik yang menggunakan dana APBD pun dimainkan. Buktinya, proyek yang dimainkan milik Dinas Pendidikan Kota Padang, program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun, kegiatan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), SD/SMP, pekerjaan belanja pengadaan barang yang akan diserahkan kepada masyarakat/pihak ketia pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) bertingkat untuk SMP Perti Padang (Paket 1), berlokasi di Kota Padang, terindikasi terjadinya mark up volume pekerjaan.

Terbukti, proyek bernmor kontrak : 030/2882/DP.Sarpras/2017, tanggal kontrak 3 Juli 2017. Nilai kontrak Rp440.192.400, waktu pelaksanaan 120 hari kalender, kontraktor pelaksana 120 hari kerja, kontraktor pelaksana CV. Beben Persada Mandiri, pengawas CV. Jasa Reka Mandiri Consultan, menggunakan material besi bekas bangunan gedung lama.

Begitu juga pekerjaan yang dilakukan, tanpa dilakukan pembersihan lokasi, sehingga pondasi lama, berdempetan dengan galian cincin untuk pekerjaan tiang bangunan proyek tersebut.  Faktanya, diantara pondasi sumuran dua cincin itu, berdempatan dengan besi bekas tonggak slove bangunan lama.

Pengakuan masyarakat dan beberapa pekerja yang juga mengerjakan bangunan dua tingkat menggunakan dana APBD, lokasi pekerjaan proyek CV. Beben Persada Mandiri itu, bekas bangunan lama yang dibongkar. Tiang sumuran menggunakan dicincin itu, digali ditengah lantai dan pondasi bangunan lama.

Untuk tiang lama, memang besinya dibongkar, sementara untuk slove pondasi dibiarkan saja diantara pasangan cincin sumuran tersebut. Ditanya, bekas bekas tiang bangunan lama tersebut, ia mengaku ada sebagian yang digunakan untuk pengikat begol yang dibenamkan pada cincin sumuran itu.”Ya, bagian bawah ada sebagian menggunakan besi lama untuk begol ataupun pengikat,” kata warga setempat yang mengaku bernama Ar, ditemui media ini, saat melewati lokasi pekerjaan tersebut.

Menariknya sumuran cincin itu, digali secara manual, sementara tanahnya terkesan labil, sehingga kedalamam maupun  coran untuk tiang cincin sumuran itu diragukan. Apalagi, spilit yang digunakan untuk coran, bukan berasal dari AMP, tapi dari batang air. Terbukti, spilitnya banyak yang runcing dan ada juga batu kecil yang bercampur spilit itu.

Ar juga mengakui, mungkin kontraktor terburu waktu, pondasi lama, seharusnya bisa dibongkar dan material besinya menjadi asset sekolah, malah dibirkan begitu saja. Terbukti, dibeberapa titik cincin sumuran, masih menonjol besi slove dan besi tiang bekas potongan.

“Melihat galian cincin sumuran yang digali secara manual, ditambah sebagian tiang yang ditanamkan diantara cincin itu, menggunakan besi bekas, ditambah spilit yang digunakan bukan berasal dari AMP, saya yakin kuat indikasi mark up dan pengurangan volume pada pekerjaan proyek ini,” imbuhnya.

Buruknya mutu dan kualitas pekerjaan proyek tersebut, juga menuai hujatan Alwi, LSM Pembela Merah Putih, Bustanul. Dengan geram ia mengatakan, buruknya pengawasan pekerjaan proyek ini, mengakibatkan kontraktor bermain sesuka hati. Ini terlihat dari galian cincin sumuran secara manual, besi bekas yang digunakan maupun split yang dipakai.

“Bisa jadi, apa yang dilakukan CV. Beben Persada Mandiri, direstui pengawas, baik konsultan pengawas maupun pengawasa dari Dinas Pendidikan Kota Padang sendiri. Alhasil, kongkalingkong pekerjaan proyek ini, berimbas pada mutu dan kualitas,” kata Bustanul. 

Ia juga mengatakan, sebagai LSM yang peduli pada pekerjaan proyek yang menggunakan uang rakyat ini, akan tetap mengawasi semua pekerjaan sekolah dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Padang. Berembus isu hampir semua pekerjaan proyek disekolah, kurangnya pengawasan, sehingga pekerjaan dilakukan melabrak spesifikasi teknis.

“Kita akan kumpulkan data seluruh proyek Dinas Pendidikan Kota Padang, terutama pekerjaan sekolah, termasuk poto pendukung permainan itu. Selanjutnya kita akan membuat laporan ke Kejaksaan Tinggi Sumbar, disebabkan kuat dugaan korupsi pada pekerjaan proyek ini,” katanya.

Sementara Direktur CV. Beben Persada Mandiri, saat ditemui dilokasi pekerjaan, sedang tidak berada ditempat. Begitu juga Rusdi, Kabid yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan proyek fisik ini, juga sedang berada dilapangan. Sampai berita ini diturunkan, tak dapat konfirmasi kepada pihak berkepentingan. NV

 
Top