N3, Padang ~ Masih banyak tangga sekolah yang tidak sesuai dengan kesiagaan bencana sehingga sangat mengancam ribuan nyawa siswa. Dalam hal ini, instansi terkait terutama Dinas Pendidikan harus memperhatikan persoalan itu dan mencarikan solusinya.

Kondisi demikian diakui Kepala Badan penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Padang Edi Hasymi saat dimintai tanggapan oleh media usai menjadi inspektur upacara di SMP Negeri 3 Padang.

Diakui Edi Hasymi, salah satu sekolah yang tangganya kecil dan tidak sesuai dengan standar keselamatan tersebut ditemukan di SMP Negeri 3 Padang.  Hal ini perlu menjadi perhatian, sebab hanya tangga satu dengan jumlah 400 orang siswa yang berada dilantai II sekolah, seandainya terjadi gempa, maka akan sulit sekali bagi siswa untuk bergerak menyelamatkan diri.

"Di Padang saat ini terdapat 378 SD dan SMP yang jumlah siswanya ribuan. dengna kondisi Padang yag rawan bencana, tidak hanya bangunannya saja yag ramah terhadap gempa namun juga tangganyapun harus ramah dan ideal untuk daerah bencana,"ujarnya.

Lebih jauh disebutkan, SMP Negeri 3 Padang berada di zona merah dan telah mejadi sekolah cerdas bencana. Oleh sebab itu, pengetahuan dan pemahaman serta fasilitas kesiagaan bencana harus dimiliki, termasuk sekolah-sekolah lain yang ada.

Dijelaskan, Pemko melalui BPBD memiliki program sekolah cerdas bencana sehinga semua sekolah yang berada di zona merah tersebut harus paham tentang mitigasi bencana.

Sekolah yang berada di zona merah tersebut dilakukan sosialisasi dan pembinaan tentang mitigasi bencana selama 3-5 bulan. Yang dibina tidak hanya guru, namun siswa yang dipilih sebagai pengambil estafet nantinya selesai pembinaan.

Minimal sekali seminggu tim datang untuk membimbing dan mengayomi ke sekolah sekolah yang berada di zona merah tersebut.

"Diminta para guru, komite dan sekolah untuk memberikan perhatian khusus persoalan jenjang sekolah tersebut. Memang kelihatannya sepele, namun dampaknya terhadap keselamatan sangat besar," ucapnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Padang Tanggo Olina sebelumnya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kota Padang melalui Kepala BPBD Edi Hasymi yang telah memberi perhatian terhadap keselamatan para siswanya. 

Selaku pengemban amanah, Ia pun mengakui, memang dengan satu tangga saja, faktor keselamatan siswa yang 400 orang, di lantai II, agak mencemaskan. Apalagi kondisi SMP Negeri 3 Padang yang masuk dalam zona merah, tentu hal seperti ini menjadi perhatian serius.  

Untuk jalan keluarnya, memang harus dibuat satu tangga lagi, agar jalur evakuasi atau penyelamatan apabila terjadi gempa, lebih mempermudah siswa untuk menyelamatkan diri. Terkait pembangunan, sudah tentu berhubungan juga dengan pendanaan. 

Oleh karenanya, Ia bersama majelis guru dan komite akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencari jalan keluar dari persoalan pendanaan itu, apakah mengajukan ke Pemko Padang atau ke para alumni. Yang jelas, Ia tidak akan membebani walimurid untuk pembangunan tersebut. sumber: singgalang**




 
Top