N3, Padang ~ Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo ternyata punya langkah jitu untuk mewujudkan daerahnya sebagai kota tanpa kumuh. Mahyeldi bahkan memiliki empat langkah strategis.

Langkah strategis itu dibocorkannya saat berbagi pengalaman di depan Askot dan Fasilitator Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) se-Sumatera Barat di disalah satu hotel. Menurut Walikota Padang, empat langkah strategis itu telah tertuang dalam sepuluh program unggulan Walikota dan Wakil Walikota Padang.

"Ke semuanya tertuang dalam program unggulan kita," sebutnya di depan ratusan Askot dan Fasilitator Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Keempat langkah strategis itu yakni peningkatan prasarana permukiman melalui kegiatan betonisasi jalan lingkungan, peningkatan sarana permukiman melalui rehab rumah tidak layak huni, penataan Pantai Padang, serta penataan Pasar Raya.

"Semua yang kita lakukan itu melibatkan masyarakat sekitar," sebut Mahyeldi didampingi Kadis PRKPP Kota Padang Afrizal BR.

Kegiatan betonisasi jalan lingkungan sudah dimulai sejak tahun pertama kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Padang. Pada tahun pertama (2014), total jalan lingkungan yang dibetonisasi sepanjang 58,94 kilometer. Kemudian di tahun 2015 sepanjang 101,19 kilometer. Pada tahun 2016 sepanjang 92,25 kilometer. Dan tahun 2017 sepanjang 60 kilometer.

"Total yang sudah dikerjakan yakni 312,38 kilometer," papar Mahyeldi.

Sementara itu peningkatan sarana permukiman melalui rehab rumah tidak layak huni juga dilakukan Walikota Padang. Hal ini dilakukan juga untuk menunjang agar terciptanya kota tanpa kumuh. Mewujudkan itu semua, Pemko Padang melibatkan Baznas, swasta, dan lainnya.

Pada tahun 2014 rumah dibedah sebanyak 560 unit. Pada 2015, total sebanyak 1.302 rumah berhasil dibedah. Kemudian di tahun 2016 sebanyak 1.180 unit. Sedangkan di tahun 2017 sebanyak 1.013 unit.

"Total sudah 4.055 unit rumah kita bedah," terang Mahyeldi.

Kawasan Pantai Padang juga ditata oleh Pemko Padang. Pantai yang dulunya enggan dikunjungi banyak orang kini sudah menjadi primadona.

"Karena saya ustad, saya bersihkan semuanya," ujar Mahyeldi.

Langkah penataan yang dilakukan Pemko Padang dalam menata Pantai Padang tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang. Walikota Padang terlebih dahulu melakukan sosialisasi ke masyarakat dan pembinaan sadar wisata. Kemudian merelokasi PKL, membangun infrastruktur, penyediaan petugas kebersihan, dan lainnya.

"Kini Pantai Padang sudah menjadi objek wisata bagi keluarga," tukasnya.

Walikota Padang juga menata Pasar Raya Padang. Kini, pasar tersebut sudah seperti pasar modern. Di Fase juga akan dibangun hotel.

"Semua kita lakukan tanpa menyingkirkan pedagang. Justru kita libatkan," pungkasnya.(tf/ch)
 
Top