N3, Sumbar ~ Kita senang dan bangga terhadap 60 mahasiswa-mahasiswa Universitas Bung Hatta yang hari ini menampilkan hasil penelitian Teknologi Tepat Guna, sebagai upaya meningkatkan produksi lokal di Provinsi Sumatera Barat. 

Hal ini sampaikan Gubernur Irwan Prayitno ketika membuka secara resmi Seminar Nasional Teknologi Tepat Guna, Hasil Karya Mahasiswa di Gedung Caraka Kampus I Universitas Bung Hatta, Ulak Karang Padang, (8/8/2017). 

Hadir dalam kesempatan itu Rektor  Bung Hatta Prof.Dr. Azwar Ananda,MA, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Sumbar, Drs. Syafrizal Ucok , Utusan Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia, para nara sumber lainnya. 

Irwan Prayitno lebih lanjut menyampaikan, setahu saya baru Universitas Bung Hatta yang melakukan penelitian dan pengembangan Teknologi Tepat Guna sebagai sebuah kreatifitas mahasiswa dalam mencari solusi dan perbaikan mutu produksi sesuai dengan kebutuhan yang terjadi saat ini ditengah-tengah masyarakat dalam era pasar bebas Asean. 

60 karya ini tentu sesuatu yang membanggakan, bagaimana teknologi tepat guna bermanfaat bagi masyarakat bukan sekedar penelitian untuk lulus semata.  Kita juga pernah melihat pameran Teknologi Tepat Guna dimana ada alat sederhana tapi terasa membantu produksi petani, apakah membersihkan lidi kelapa, serabut dan lain-lain yang menandakan teknologi tepat guna memberi solusi untuk membuat hasil kerja lebih baik dan cepat, ujarnya.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno juga sangat menyayangkan ribuan skripsi para mahasiswa teknologi yang ada di Sumatera Barat tidak terimplementasikan dengan baik.

“Saya lihat, dari skripsi yang dibuat oleh para mahasiswa tentang teknologi itu, seperti sia-sia saja. Padahal skripsi tentang teknologi itu ialah sebuah temuan, lalu kenapa temuan teknologi itu tidak dimanfaatkan,” katanya

Kegiatan Seminar Teknologi Tepat Guna untuk Pengembangan dalam Era Pasar Bebas Asean di Universitas Bung Hatta, merupakan sebuah inisiatif yang baik dan patut di apresiasi

Untuk itu, Irwan berharap mahasiswa harus berpikir aplikatif, karena sangat banyak peluang mahasiswa teknologi di Sumbar untuk bangun hal-hal yang aplikatif. Namun untuk mewujudkan aplikatif itu, perlu adanya inovasi.

“Dari pihak kampus harus mendorong mahasiswanya untuk aplikatif. Karena teknologi ini bisa diterapkan di industri, pertanian, dan lainnya,” ujarnya.Hms
 
Top