N3, Padang ~ Meriahkan HUT Kota Padang Ke -348 pada 7 Agustus 2017 ini, Kota Padang diramaikan oleh pawai telong- telong se Kota Padang. Pawai digelar dan berkumpul di Lapau Panjang Cimpago (LPC) Pantai Padang, Minggu  (6/8/2017) ini, pukul 20.00 WIB.

Salah satunya Kelurahan Belakang Tangsi Tanah Broyo Kecamatan Padang Barat yang turut ikut warnai kemeriahan pawai telong - telong di HUT ke- 348 tahun 2017 ini.

Lurah Belakang Tangsi M.Sidik mengatakan, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Padang Ke -348 ini kami di kelurahan Belakang Tangsi turut serta mengisi moment ini. Apalagi saat ini Adipura kembali ke Kota Padang setelah 8 tahun lamanya dan bertepatan pada HUT Kota Padang.

"Kita berharap Kota Padang kedepannya makin berjaya, semakin berseri, apalagi saat ini pembangunan diihat sudah semakin menggeliat, semoga kedepan makin baik lagi," katanya, Minggu (6/8).

Memang di Kelurahan Belakang Tangsi Tanah Broyo ini masyarakatnya beragam baik itu agama, suku dan etnis. Nah ini yang sedang kita bina saat ini. "Kita inginkan Kelurahan Belakang Tangsi ini seperti Indonesia Mini, dengan keberagaman, selalu tetap satu dalam kedamaian demi kemajuan Kota Padang kedepan," ungkapnya.

Ketua LPM Kelurahan Belakang Tangsi Zulkufli Aziz mengatakan, dalam memeriahkan HUT Kota Padang Ke-348 ini menurutnya  tidaklah hanya kegiatan seremonial saja, namun merupakan rasa keberagaman dari warga Kota Padang.

Dan pada HUT Kota Padang kali ini, kami dari Kelurahan Belakang Tangsi mengambil tema "Indahnya Kebersamaan". Dengan keberagaman baik itu agama, suku, etnis kita di kunci dengan kata sipirit dari Keluruhan Belakang Tangsi yakni kata BETA ADA (Bersatu Elok Tertib Aman  Adil Damai dan Agamis). 

Jadi dengan moto BETA ADA inilah menjadi sipirit pembangun kedepan, " kata Zulkifli Aziz yang juga salah satu tokoh masyarakat Kota Padang yang meraih penghargaan pin emas dalam HUT Kota Padang kali ini pada kategori pemberdayaan wanita yang akan disematkan oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dalam paripurna di DPRD Padang Senin 7 Agustus 2017.

Sementara Nurdim Kamal Ketua RT 01/RW 06 menyampaikan kegiatan ini adalah dari swadaya masyarakat. Dalam HUT kali ini kami menampilkan miniatur dari enam rumah ibadah yakni tempat ibadah agama Isalam adalah Masjid, pemeluk agama Kristen Protestan adalah Gereja. Katolik adalah Gereja,Kapel, pemeluk agama Hindu adalah Pura, pemeluk agama Buddha adalah Vihara dan pemeluk agama Kong Hu Cu adalah Litang / Klenteng. "Artinya dari miniatur enam rumah ibadah tersebut kami ingin menyampaikan pesan tentang keberagaman yang ada diKota Padang, " katanya.

Lebihlanjut disampaikan, Keluruhan Belakang Tangsi ini adalah gabungan dari tiga kelurahan lama yakni, Belakang Tangsi, Tanah Broyo dan Parak Kerambil.Dengan gabungan tiga kelurahan ini, tidak ada lagi yang merasa hebat baik itu Tanah Broyo, Belakang Tangsi, Parak Kerambil, semuanya bersatu dalam satu Kelurahan Belakang Tangsi. 

"Melalui keberagaman, rasa persatuan, kebersamaan, tetap saling bahu- membahu, menjalin hubungan silaturahmi yang baik, walaupun kita beragam namun tetap satu untuk kedepan lebih baik lagi, "ungkapnya.(M7)
 
Top