N3, Sumbar ~ Wakil Gubernur Nasrul Abit melepas dan memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah alm.  Prof. Dr.  Ir.  Iskandar Zulkarnain  Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Senin siang (3/7/2017). Beliau wafat pada tanggal 2 Juli 2017, pukul 16.00 WIB di rumah sakit Metropolitan Medical Center (MMC), Kuningan Jakarta dalam usia 58 Tahun. 

Hadir juga beberapa pejabat LIPI, beberapa pejabat OPD dilingkungan pemprov.  Sumbar dan keluarga  almarhum.  

Wagub Naarul Abit dalam kesempatan itu menyampaikan,  atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Sumbar turut berduka  cita dan kehilangan salah satu putra terbaik dan yang telah mengabdikan diri di LIPI dengan pertasi 98 publikasi buku baik perorangan maupun kelompok dan 37 diantara berbahasa Inggis.  

Semoga almarhum ditempatkan disisi Allah yang terbaik baik sesuai amalan ibadahnya diberikan tempat di surga. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan dapat tabah, ikhlas dan sabar menerima cobaan ini, doannya.

Nasrul Abit juga berharap kehilangan alm Prof Dr.  Iskandar  Zulkarnain ini, mudah-mudah juga akan mucul tokoh-tokoh cerdas lainnya dari Sumatera Barat dalam berbagai sektor pembangunan,  sehingga  peranan generasi Sumbar tetap ada dalam memberikan bakti terbaik bagi kejayaan Indonesia.   

Dalam sejarah perjuangan bangsa dan perjalanan pembangunan nasional, semua tahu banyak tokoh pemikir asal Sumatera Barat yang sukses berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan Indonesia dan tentu kebiasaan ini tidak pernah pudar, harapnya. 

Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain semasa hidupnya menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah Pertama di Kota Padang dan menamatkan SMA Don Bosko Padang tahun 1979. Ia melanjutkan pendidikan jurusan Geologi Intstitut Teknologi Bandung (ITB) dan memperoleh insiyur geologi pada tahun 1985. 

Keinginan menjadi peneliti membuat Prof Dr. Iskandar Zulkarnain memilih begabung dengan pusat penelitian Geoteknologi LIPI pada tahun 1985. Setahun kemudian , ia melanjutkan studynya ke Jerman dengan beasiswa dari pemerintah Indonesia melalui Overseas Fellowship Program (OFP) dan berhasil meraih gelar doktor reralium naturalium (Dr.rer. nat) dibidang mineralogi dari Johannes-Guetenberg Universitas pada tahun 1991. 

Karis beliau sebagai peneliti terus meningkat hingga mencapai jabatan Peneliti Utama pada tahun 2008 dan pada tahun 2013 beliau dianugrahi Profesor Riset di bidang Geologi dan Geofisika. Pada tahun 2011 Prof. Dr. Iskandar diangkat menjadi Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan  Kebumian LIPI dan kemudian menjabat sebagai Kepala LIPI sejak Oktober 2014. 

Selama menjabat kepala LIPI telah banyak yang telah diperbuat terutama dalam upaya meningkatkan kualitas SDM bidang riset dan penguatan jejaring. Beliau wafat meninggalkan seorang istri bernama Eliza Mery dan tiga orang anak, Bram Agusta Zulkarnain, Sarah Fitria Zulkarnain dan Brian Zagal Zulkarnain. **
 
Top