N3, Solsel ~ Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya mendukung gagasan mendirikan suaka alam di Sumatera Barat.

"Kita dukung suaka alam di Sumatera Barat, dan saya minta kepada ditjen terkait untuk menindaklanjuti," kata Siti Nurbaya, di Padang Aro, Sabtu.

Hal itu disampaikannya saat meresmikan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya di Lapangan Kantor PT Tidar Kerinci Agung (TKA) Talang, Talao Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan.

Menurut dia, Sumatera Barat alamnya masih bagus dan tidak sulit rasanya membuat kawasan suaka alam di daerah ini.

Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) adalah pusat rehabilitasi pertama yang dikelola pihak swasta di bawah Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) yang diresmikan pemerintah.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno memberikan apresiasi terhadap tindakan nyata yang dilakukan oleh YAD.

"Semua yang dilakukan Bapak Hasyim melalui YAD ini Perlu dicontoh oleh perusahaan perusahaan lainnya," ujarnya.

Irwan menjelaskan, harimau merupakan bagian dari ekosistem dan tidak boleh punah sehingga perlu dilestarikan.

"Bila harimau punah akan merusak ekosistem yang mengakibatkan kerusakan terhadap alam," kata dia..

Dirut PT TKA Hasyim Djojohadikusumo mengatakan, gagasan untuk membentuk Pusat Rehabilitasi harimau ini lahir semenjak tahun 2013.

Akan tetapi kata dia, karna adanya berbagai kendala, baru hari ini kita resmikan.

"Untuk tahap awal ini seekor Harimau Betina Leoni siap untuk kita masukkan di Pusat Rehabilitasi tersebut," ujarnya.

Pusat rehabilitasi yang diresmikan berdiri diatas lahan seluas 2,5 hektare yang terletak di Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya dan PT TKA sendiri mempunyai lahan 28 ribu hektare yang terletak di 3 kabupaten yaitu Solok Selatan, Dharmasraya Provinsi Sumbar serta Muaro Bungo Provinsi Jambi.

Peresmian PR-HSD juga dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI, Edi Prabowo, Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, Bupati Dharmasraya Sutan Rizka Tuanku Kerajaan, Kapolres Solok Selatan AKBP M Nurdin dan Dandim Sijunjung. (*)
 
Top