N3 Sumbar - Bertekad perjuangkan hak-hak wartawan dan dikenal vokal menentang segala bentuk intimidasi terhadap pers, putra Luak Limopuluah (Limapuluh Kota-Payakumbuh.Red), Bhenz Maharajo (30), dipercaya pimpin Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumbar, kemaren.
 
“Dengan terpilihnya Bhenz Maharajo, Pelaksana Tugas Redaktur Pelaksana (Redpel) Harian Haluan, secara aklamasi memimpin IWO Sumbar, merupakan suatu kebanggan rang Luak Limopuluah, “ujar wartawan media onlinepasbana.com Bayu Denura, di Payakumbuh, Minggu (16/7).
 
Ke depan, tentunya tidak saja IWO Sumbar akan menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan serta memperjuangkan hak-hak wartawan online, akan tetapi juga awak media online Luak Limopuluh diyakini bakal terlindungi oleh IWO.
 
Ditambahkan Bayu Denura, terpilihnya putra Situjuah Banda Dalam, kecamatan Situjuah Limo Nagari, kabupaten Limapuluh Kota itu, sebagai memimpin IWO, tentu banyak harapan dari kawan-kawan media online, utamanya bimbingan dalam penulisan, dan persolan-persoalan hukum dan lain-lainnya.
 
Sebelumnya, kami mengucapkan selamat kepada Bhenz Maharajo, dengan terpilihnya dia sebagai ketua IWO Sumbar, semoga bermamfaat bagi seluruh wartawan media online daerah, dengan harapan tidak bosan-bosannya membimbing kami di daerah, terhadap wartawan online yang diintimidasi saat menjalankan tugas jurnalistik.
 
“Belum lama ini, satu contoh kami lihat, keberanian Bhenz Maharajo, membela kawan-kawan watawan, saat dia menjadi orator dalam aksi unjuk rasa menolak intimidasi terhadap kebebasan pers, kami acungkan jempol. Keberanian ini yang belum kami miliki, mudah-mudahan, kami mendapat mengalaman banyak dari dia yang selalu berjalan di rambu-rambu kewartawanan,”harap Rahmat.
 
Ketika hal ini, dikonfimasikan kepada alumni SMAN 1 Situjuah, kabupaten Limapuluh Kota, Bhenz Maharajo, via Wanya, Minggu (16/7), sehubungan terpilihnya secara aklamasi memimpin IWO Sumbar, dia mengatakan, siap membantu kawan-kawan media online se Sumbar, karena inilah tugasnya.
 
Dijelaskannya, IWO Sumbar tidak hanya akan menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan serta memperjuangkan hak hak wartawan online, akan tetapi juga ujung tombak media online.
 
Diterangkannya lagi, IWO merupakan organisasi profesi yang menaungi wartawan dan pemilik media online di Indonesia. IWO didirikan oleh sejumlah wartawan senior di Kebon Sirih, Jakarta, 8 Agustus 2012. Dalam perjalanannya, IWO tak sekadar pelindung kebebasan pers, tapi juga tameng melawan kabar hoaks.
 
Bhenz Maharajo yang juga editor Harian Haluan.com berjanji akan segera melakukan konsolidasi. “Ini amanah. Ke depannya, IWO Sumbar akan melakukan konsolidasi. Baik secara internal, atau pihak-pihak yang dalam keseharian, bersentuhan langsung dengan jurnalis,” terangnya.
 
IWO Sumbar kelak akan menjadi pagar hidup menjaga kredibelitas media sibert. Memastikan, pers sebagai pilar keempat di negara ini, tetap kokoh berdiri. Agar tidak digerogoti, baik oleh pers itu sendiri, atau pihak-pihak luar.
 
Keberadaan IWO Sumbar nantinya, tak sekadar menaungi wartawan yang tergabung secara kelembagaan, namun menaungi seluruh wartawan online. Termasuk memberikan bantuan hukum terhadap wartawan online yang diintimidasi saat menjalankan tugas jurnalistik sesuai amanat UU Pers. Hal itu dilakukan mengingat semakin tingginya angka kasus kekerasan terhadap pers dewasa ini.
 
“Tugas IWO adalah rumah bagi wartawan yang diintimidasi, baik secara verbal atau fisik saat menjalankan rutinitas. IWO bukan hanya memikirkan nasib anggotanya, tapi seluruh wartawan online,” papar Bhenz, yang memang dikenal vokal menentang segala bentuk intimidasi terhadap pers.
 
Upah layak terhadap pekerja media juga menjadi sorotan IWO Sumbar. Saat ini, kebanyakan, wartawan online tidak digaji dengan layak oleh perusahaan pers. Bahkan, ada yang sama sekali tak digaji, dan dedikasinya cuma dihitung lewat fee iklan yang didapat, hal itu menciderai nawacita menuju pers sejahtera dan independen.
 
Memperjuangkan hak-hak pekerja media online adalah suatu kewajiban bagi IWO. Kita mengimbau pemilik media memberikan upah layak kepada wartawannya. Nanti, setiap pemilik atau manajemen media akan disurati.  
 
“Selain itu, IWO juga mendorong pekerja media online untuk mendirikan serikat pekerja, yang nantinya menjadi corong perjuangan bagi pekerja media. Kemudian, saya ucapkan terima kasih kepada kawan-kawan wartawan media online Luak Limopuluh, jaga kekompakan, bekerjalah secara profesional dan ikuti rambu-rambu KEJ, ”jelas mantan wartawan Posmetro Padang itu. (Rahmat Sitepu)

Cuplikan Berita

 
Copyright © Nusantaranews All Right Reserved