N3, Padang ~  Pada rapat paripurna pandangan akhir fraksi terhadap Laporan Hasil Pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Padang Tentang Pertangung jawaban Pelaksanaan Anggaran Dan Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2016. Fraksi Perjuangan Bangsa menilai bahwa Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Padang, tidak mampu menggali potensi dan mengkoordinir OPD yang ada untuk peningkatan PAD. 

Dimana pencapaian realisasi untuk PAD untuk tahun anggaran 2016, hanya sebesar Rp391 milyar. Sementara target pendapatan sebesar Rp476 milyar, hasilnya sangat mengecewakan. 

"Pada kesempatan itu disampaikan,sesungguhnya masih banyak potensi pajak yang bisa digali seperti pakir, tempat hiburan dan tempat kuliner lainnya yang berjamur di setiap sudut Kota Padang," terang juru bicara Fraksi Perjuangan Bangsa (FPB) DPRD Kota Padang, Aprianto.

Dikatakan Aprianto, tugas utama Kepala Bappeda adalah merealisasikan target PAD yang dibebankan oleh Walikota. "Bukan sibuk mengiklankan diri dengan memasang baliho yang tidak ada kaitannya dengan target PAD," jelas Anggota Dewan termuda di DPRD Padang tersebut.

Selanjutnya Aprianto, juga mengatakan masih ada OPD yang target pendapatannya dibawah 50 persen, sehingga target yang menjadi beban Walikota untuk mencapai pendapatan sebesar 1 trilyun, sepertinya masih sebatas wacana.

Untuk itu, Fraksi Perjuangan Bangsa meminta saudara Walikota untuk menelusuri kenapa target yang diberikan tidak tercapai. Apa alasanya dan kendalanya. Jika sudah diketahui pokok persoalannya, harus segera melakukan evaluasi kepada pimpinan OPD yang tidak mencapai target. 

"Bila perlu diberhentikan dan digantikan dengan orang yang mampu bekerja. Kota Padang tidak membutuhkan orang yang suka tebar pesona, tetapi membutuhkan orang mampu kerja, kerja dan kerja untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Padang," tegas Aprianto.(M7)
 
Top