N3 TARAKAN – Terbaliknya speed penumpang Sumber Rejeki Baru Kharisma yang tenggelam pada hari selasa pada pukul 11.00 memberikan trauma mendalam kepada masyarakat Tarakan kalimantan Utara.

Speed berpenumpang 50 dengan tujuan Tarakan Tanjung Selor, memakan korban jiwa 10 orang termasuk bayi berumur 30 hari yang menjadi korban tenggelamnya speed diduga akibat dipaksakan penumpang speed melebihi kapasitas, Felix merupakan warga Negara Jerman  yang menyampaikan keluhannya kepada awak media pukul 11:00 kemarin

“Perjalanan kami mengalami kecelakaan yang luar biasa, pada saat meninggalkan dermaga sdf tarakan menuju Tanjung Selor, sangat disayangkan kapal Indonesia tidak mempunyai jaket penyelamat, saya diberikan jaket penyelamat dari kapal lain yang ingin menyelamatkan kami”  kata Felix

Warga Negara Jerman ini sempat menyelamatkan seorang anak kecil namun ia menyesalkan tidak sempat menyelamatkan bayi yang kebetulan ada disampingnya dan sempat menegur orang tua bayi dengan bahasanya tetapi tidak mengerti apa yang ia katakan

Felix menambahkan BASARNAS Indonesia  tidak cepat tanggap ketika dikirimkan SOS melalui GPS, seharusnya jaman yang canggih ini bisa dihandle dengan baik dan saya khawatir dengan tas saya karena passport dan berkas saya ada didalam tas semua.

Hal senada diunggkapan oleh ruslan salah satu penumpang selamat menjelaskan speed terbalik karena diterjang ombang ketika speed sedang lebih melebihi aturan penumpang dan banyaknya barang bawaan bersifat kargo diatas speed tersebut.

" Speednya sepertinya masih layak dalam mengantar penumpang, akan tetapi kapasitas penumpang seperti lebih, bahkan saya melihat ada anak kecil dipangku sekitar 3 orang dan diatas speed sepertinya ada 3 orang, barangnya juga banyak seperti tas penumpang dan kargo" jelasnya.

Ruslan mengatakan speed yang ditumpanginya baru berjalan sekitar 10 menitan dari pelabuhan SDF akan tetapi sempat oleng ke kiri dan kekanan, dirinya mengira akan ketika berbelok ke arah kanan akan kembali ke pelabuhan speed.

"tadinya saya pikir akan kembali ke pelabuhan untuk menurunkan sebagian penumpang akan tetapi malah kapal terbalik sehingga penumpang berusaha keluar dari speed dengan badan tersiram bensin dari tangki speed tersebut" tegas Ruslan.

Rudi Hartono anggota DPRD kota Tarakan dari Fraksi Gerindra yang ikut serta menjadi penumpang saat itu menuju tanjung selor dengan membawa berkas bakal calon Pilwali Tarakan, menegaskan dirinya sangat kecewa dengan pengelola speed bahwa tidak menyedian keselamatan seperti jaket life, palu untuk membuka kaca speed dan kepada petugas pelabuhan SDF yang tidak turun ke speed untuk memeriksa kondisi speed.

"Saya yang Jelas akan memanggil kepala pelabuhan SDF dan meminta kepada pengelola untuk dicabut ijinnya dalam mengelola speed tersebut, ini sangat fatal life jaket yang saya peroleh malah dari speed yang melintas, belum lagi penumpang seperti over lood melebihi kursi yang tersedia" Jelas Rudi

Rudi menyesalkan sikap basarnas yang kurang cepat respon dalam mengatasi penanggulan speed, hampir 1 jam Basarnas baru turun membantu kami, nanti kami akan evaluasi kinerja Basarnas Juga.

"masa Jarak 15 menitan Basarnas baru turun 1 jam kemudian, tolonglah agar cepat dalam penanggulangan bencanya sigap, seandainya tidak sampai satu jam mungkin korban jiwa yang meninggal tidak ada" Jelas Rudi.

Wali Kota Tarakan Sofian Raga ketika di konfirmasi melalui telephone oleh N3 pada pukul 10, walikota langsung sigap mengunjungi Rumah Sakit Umum Tarakan dan memberikan arahan untuk pelayanan yang terbaik untuk korban jiwa.

" baik de, saya langsung menuju ke rumah sakit Tarakan dan memberikan arahan untuk memberikan pengobatan yang terbaik kepada para korban" Jelas Sofian 

Sofian Menjelaskan kepada N3 bahwa pelayanan kepada korban Jiwa dan korban meninggal perawatannya sementara di tanggulangi oleh Pemerintah Kota Tarakan, dan memastikan setiap korban bisa diselamatkan lebih banyak.

" Kepada korban yang terkena musibah saya dari Pemerintah Kota Tarakan meminta Maaf akan kejadian tersebut sambil akan mengevaluasi kinerja yang menyebabkan kecelakaan tersebut, dan kepada korban meninggal Saya mengucapkan Turut berduka cita mendalam, dan semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT" Jelas Sofian menutup ( Bonar - David) 
 
Top