N3 Tarakan - Maraknya pemanfaatan media sosial oleh masyarakat Tarakan berjumlah 50 ribu orang lebih pengguna media sosial fb dan What Up, menjadikan Pemerintah Kota TNI, Polri menjadi mawas diri didalam mengatasi berita mengakibatkan perpecahan bangsa di kota Tarakan.

Didalam Acara kegiatan Komunikasi Sosial dengan komponen masyarakat kita tingkatkan persatuan dan kesatuan guna terciptanya ketertiban dan keamanan dikota tarakan, diharapkan masyarakat cerdas dalam memilihah dan memberikan berita kepada orang lain di markas Kodim Tarakan Kalimantan Utara. 
 
Menurut Sofian Raga Walikota Tarakan Kalimantan Utara yang turut hadir diundang oleh Komando Distrik Militer kota Tarakan menjelaskan kepada wartawan di harapkan masyarakat memilah dan memberikan berota agar tidak ikut menjadi penyebar berita hoax.

"Kita jangan bagian penyebar berita Hoax, sehingga akan bisa dituntut dengan UU ITE jika kita bagian dari berita hoax tersebut" jelas Sofian Raga.

Sofian mengakui dirinya hingga saat ini tidak mau menggunakan hand phone androit dengan alasan untuk tidak terpancing didalam penggunaan internet yang salah digunakan oleh pihak lain, seperti berita negatif tentang kinerja yang dipimpinnya atau masalah pribadi lainnya.

Sehingga diharapkan oleh Sofian Raga elemen masyarakat baik dari agama maupun elemen ormas di kota tarakan berjumlah 840 organisasi harus bisa memberikan penerangan dan pencerahaan mengenai kebangsaan terlebih kota tarakan salah satu kota yang berhadapan langsung dengan budaya asing.

"Harus sepakat dulu NKRI adalah Harga mati, kita harus jelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang multi etnis dan bersatu dibawah Bangsa Indonesia, dan berazaskan Pancasila" jelas Sofian

Menurut Komandan Distrik Militer kota Tarakan Letkol Pujud Menjelaskan bahwa penguna media sosial haru pandai dalam menyebar berita, menurutnya pemberitaan hoax di kota Tarakan sudah mulai mengarah ke sara, terlebih adanya pembubaran Hisburtarir Indonesia oleh  pemerintah pusat, untuk itu dirinya berharap elemen masyarakay yang sudah tergabung dibawah Kesatuan dan Kebangsaan Politik agar pandai memilah berita yang benar, jika ada berita mengancam persatuan dan kebangsaan apa lagi mengarah ke sara ya lebih baik jamgam di sherr ke teman atau metsos.

" Jangan di sher berita yang mengancam persatuan dan kebangsaan,akan tetapi berita bersifat hoax atau mengakibatkan perpecahan hendaknya berita tersebut diabaikan saja terutama berita hoax dari situs yang tidak terdaftar di dewan Pers"  Jelas Pujud.

Pujud berharap tentang ormas yang ingin berdiri diluar asas Pancasila dan NKRI hendaknya jangan berdiri di Kota Tarakan, dan jika tetap memaksakan berdirin TNI dam Polri akan menindak tegas dan dibubarkan.

"Jangan coba coba mendirikan organisasi diluar asas Pancasila dan NKRI, TNI Polri akan tindak tegas dan di bubarkan paksa" jelas Pujud

HTI yang sudah masuk ke wilayah Tarakan, menurut Pujud dirinya melalui kesatuan dan bimas Polri telah mengawasi dan mengingatkan agar tidak membesarkan organisasi tersebut, karena telah dilarang oleh Pemerintah dan mengancam kedaulatan rakyat, untuk itu dirinya telah memberikan peringatan keras agar tidak terjadi hal hal tidak di inginkan.

"HTI jika membesarkan organisasinya di Tarakan makan saya bersama TNI Polri akan menindak tegas dan membubarkan, memang jumlah HTI masih sedikit, akan tetapi oraganisasi itu dilarang oleh pemerintah Indonesia untuk di besarkan" Jelas Pujud Menutup (Bonar Sahat)

Cuplikan Berita

 
Copyright © Nusantaranews All Right Reserved