N3, Padang ~ Sepertinya, pekerjaan proyek menjadi lahan basah bagi rekanan untuk mencari keuntungan. Tak perduli mutu dimainkan, tak perduli kualitas diragukan, terpenting pekerjaan selesai, keuntungan diraup.
 
Namun, rekanan tersebut tak menyadari, pekerjaan yang mengurangi mutu dan kualitas itu, beresiko tinggi, sebab jika rusak diperbaiki, jikan hancur dikerjakan kembali. Padahal, pekerjaan proyek itu baru saja selesai dikerjakan, mengalami kehancuran, diperbaiki lagi. Waktu dan dana akhirnya tersita lagi untuk memperbaiki.
 
Sepertinya persoalan ini, bakal terjadi pada pekerjaan drainase di Parak Gadang V. Soalnya, masih dalam tahap pekerjaan, proyek tanpa plang merek itu, sekarang sudah ada yang hancur.
 
Telusuran media ini kelokasi pekerjaan, Sabtu (13/5), beberapa titik pekerjaan, terutama jalan masuk Parak Gadang V, bertepatan disebelah warung dipersimpangan jalan masuk ke Parak Gadang V itu, pekerjaan drainase sudah ada yang hancur.
 
Penyebabnya, saat menggali untuk pasangan batu, pada tiang telepon tergerus, sehingga posisi tiang telepon tak kuat menahan beban. Dan, saat pekerjaan pasangan batu dilakukan, bagian bawah tonggak telepon itu, hanya ditutupi plasteran, tanpa ada pasangan batu.
 
Alhasil, plasteran dibawah tiang telepon itu, terkuras dan tanahnya longsong, sehingga dinding drainase, ikut hancur.”Saat pekerjaan pasangan batu drainase ini, bagian bawah tiang telepon itu, hanya ditutupi plasteran. Dan, sekarang sudah tergerus air mengakibatkan plasteran hancur dan tanah bagian bawah ikut longsor,” kata Radi, warga yang sering duduk diwarung tersebut.
 
Persoalan lain yang terjadi pada pekerjaan proyek milik Dinas PU Kota Padang itu, untuk pasangan batu drainase, terindikasi tanpa koporan. Pasalnya, untuk memperlebar drainase tersebut bagian bawahnya terlihat kabel dan pasangan batu hanya dipasang diatas kabel tersebut.
 
Alhasil, saat pasangan batu selesai sampai plasteran, ketika terjadi kerusan air, terlihat lubang diantara pasangan batu. Ini disebabkan,  pasangan batu masih dipasang pada tanah humus dan  bukan diatas tanah keras. Sehingga, saat dikerus air, tanah humus itu terkikis, mengakibatkan bagian bawahnya merongga.
 
“Kami tak bisa menggali untuk pekerjaan koporan, sebab ada kabel dibawahnya. Makanya, kami hanya bisa membersihkan lokasi untuk pasangan batu,” kata salah seorang pekerja seraya mengatakan, kendala dilebarkan drainase ini, adanya tiang telepon dan kabel.
 
Masalah lain juga terlihat adukan semen tak sesuai takaran. Terbukti, baru saja dikerjakan sudah terlihat pecah dan retak, baik bagian lining (puncak) maupun pasangan batu yang sudah diplaster. Lalu, siapa yang mengerjakan proyek ini. Dan, bagaimana tanggapan Dinas PU Kota Padang. Tunggu saja. Mike
 
Top