N3, Padang ~  Ujian Sekolah Berstandar Nasional di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Padang, Kecamatan Padang Barat berlangsung aman pada Selasa, (18/04) di ruangan kelas tersebut.
Hal ini terurai dari wawancara bersama Wakil Kurikulum SMP N 2 Padang di sekolah setempat.
Riza Wisriani, Wakil Kurikulum  SMP N 2 Padang, Kecamatan Padang Barat, menyampaikan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) saat ini, jumlah siswa yang ikut ada sebanyak 286 peserta yang terdiri 129 Laki-laki dan 157 Perempuan.
Siswa yang mengikuti ujian ini seluruh pelajar kelas 3 SMP N. Untuk sistem pengawas berbentuk silang dari sekolah lain serta berjumlah 2 orang, paparnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan untuk ujian sekolah ini mata pelajaran yang diujikan pada hari ini Bahasa Indonesia dan PKn. Bentuk soal yang diberikan objektif dan essay. Sistem pelaksanaan ujian sekolah berbentuk manual, ujarnya.
Ia berharap, kepada para peserta untuk mengikuti ujian dengan baik dan tidak tergesa-gesa, agar peringkat terbaik dapat dicapai, serta kesalahan pada saat menjawab soal tidak didapati nantinya, sebut Waka Kurikulum.
Ramson, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Padang, menyampaikan hingga pelaksanaan ujian hari ke 2 ini belum ada temuan kunci jawaban yang beredar di sekolah-sekolah penyelenggara.
" Memang benar ada informasi beredar di Medsos kunci jawaban, namun itu ialah bohong dan tidak akurat, ujar Ramson Mantan Kasi Kurikulum ini.
Jika memang itu benar terjadi, pihaknya akan menelusuri serta memproses pihak sekolah yang terlibat, ini demi menjaga nama baik pendidikan serta kemajuan pendidikan ke arah yang lebih baik, sebut Kabid Dikdas.
Disamping itu juga, Barlius, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang meyakini bahwa kunci jawaban yang beredar di Medsos palsu dan tidak benar kepastiannya.
Ia sangat menyanyangkan sekali kejadian ini terjadi, ia berharap agar pihak-pihak tidak bertanggung jawab tidak mengganggu pelaksanaan ujian ini, karena akibatnya nanti merusak citra pendidikan dan nama baik sekolah.
Ia menghimbau kepada para peserta untuk tidak mempercayai kunci yang beredar, agar kesalahan fatal dalam pelaksanaan ujian tidak terjadi serta para peserta tidak menjadi rugi nantinya, karena ujian yang dilaksanakan ini adalah sebagai penentu kelulusan bagi para siswa semuanya, sebut Kadis. $$

Cuplikan Berita

 
Copyright © Nusantaranews All Right Reserved