N3, Limapuluh Kota - Bupati Irfendi Arbi bersama kelompok petani panen raya kebun jagung Lokuak Pulik, di Jorong Padang Jariang, Nagari Situjuah Gadang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan , Eki Heri Purnama melaporkan, panen raya ini mencapai 40 hektar lahan jagung, yang dikelola Tiga Kelompok di Nagari Situjuah Gadang. Ketiga Kelompok itu, yakni Kelompok Wanita (KWT) Fajar Surya, KWT Saiyo, dan KWT Sepakat. "Ketiga kelompok ini pada umumnya beranggotakan 15 orang" ujarnya.

Dikatakan, panen jagung ini merupakan panen perdana setelah kelompok tani mengikuti pelatihan membaca iklim dan pembinaan dari  Dinas terkait, " Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan dan pembinaan itu hasil panen kelompok Tani tahun ini meningkat. Bayangkan, dalam satu hektar kebun jagung petani bisa mendapatkan hasil panen 10 sampai 12 ton" ujarnya.

Bupati Irfendi Arbi dalam sambutannya ketika memanen hasil jagung petani mengucapkan rasa syukurnya atas hasil yang diperoleh petani tahun ini. Menurutnya, ini merupakan suatu bentuk kemajuan terhadap petani di Limapuluh Kota yang telah bisa mengelola perkebunnya dengan hasil yang besar. " Kita bersyukur kepada yang maha kuasa, berkat izin yang diberikannya, para petani jagung di Lokuak Pulik  mendapatkan hasil panen dengan baik "ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Bupati juga  menghimbau para petani Jagung nantinya kedepan semakin cerdas dalam menyikapi kondisi alam dan iklim yang ada di Limapuluh Kota, sehingga nantinya para petani tidak ada yang dirugikan dari perubahan iklim yang terjadi. " Seperti kita ketahui, saat ini kondisi alam di daerah kita tidak dapat diprediksi. Untuk itu, saya minta kepada petani cerdas dan teliti menyikapi perubahan iklim yang terjadi" pintanya.

Tidak hanya itu selain cerdas menghadapi cuaca dan iklim di Limapuluh Kota Para petani juga diminta pintar menjual dan mengelola hasil panen dari perkebunan mereka. "Cerdaslah dalam menjual hasil dan mengelola hasil perkebunan pasca panen, jangan sampai petani kita hanya mendapat lelahnya saja dan yang mendapat untung dari panen hanya pihak pengepul. Jadi petani harus berpikir dalam menjual hasil panennya supaya taraf hidup petani lebih sejahtera dan maju dari sebelumnya", tambah Putra Simalanggang ini.

Sekedar diketahui, ditahun sebelumnya ketika petani belum mendapatkan pelatihan melihat iklim dan pembinanaan dari dinas terkait, masing-masing kelompok tani mengaku hanya mengahasilkan 5 ton jagung dalam satu hektar lahan." sebelumnya kita hanya mampu mengahsilkan hasil panen 5 ton/hektar hasil panen, setelah mendapatkan pelatihan hasil panen petani meningkat drastis", ujarnya. (Rahmat Sitepu)

Cuplikan Berita

 
Copyright © Nusantaranews All Right Reserved