N3, Limapuluh Kota - Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daeerah (BPBD) kabupaten Lima Puluh Kota Nasriyanto, mengatakan, tepatnya pada hari Rabu tanggal 26 April 2017 mendatang, secara serentak seluruh daerah di Indonesia, menggelar kegiatan Hari Kesiap-siagaan Bencana Nasional (HKBN).
 
“Untuk daerah kabupaten Lima Puluh Kota, direncanakan kegiatan berupa simulasi kebencanaan gempa bumi tidak berpotensi tsunami dan penanggulangannya, yang bertempat di kantor bupati Sarilamak atau disekolah yang memungkinkan. “Kita di Limapuluh Kota, sudah mulai mempersiapkan kegiatan tersebut dengan mengadakan rapat-rapat bersama dinas dan instansi terkait”, ujar Nasriyanto didampingi sekretaris Nur Akmal kepada www.nusantaranews.net di ruang kerjanya, Senin (10/4).

Dijelaskan Nasriyanto, kegiatan pencanangan HKBN tanggal 26 April nantinya, sesuai dengan Undang-undang No 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (PB) disahkan pada tanggal 26 April 2007. Undang-undangan tersebut adalah perangkat hukum pertama yang merubah paradigma penanggulangan bencana dari perspektif responsif ke preventif (pengelolaan bencana).
 
Berdasarkan hasil kajian tersebut, maka perlu adanya gerakan aksi bersama untuk “Latihan Kesiapsiagaan Mandiri” dalam meningkatkan penyadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh komponen bangsa menghadapi potensi bencana di Limapuluh Kota khususnya dan di Indonesia umumnya.
 
Untuk itu, perlu diadakan latihan kesiapsiagaan mandiri secara serentak, sehubungan minimnya pemahaman dan kesadaraan masyarakat terhadap karakteristik dan resikonya, kurangnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman yang ada di lingkungan sekitarnya, dan belum ada pelatihan secara teratur karena kewaspadaan dan kesiapsiagaan belum menjadi budaya.
 
Tujuan diadakan HKBN, yakni meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat serta kesiapsiagaan pemangku kepentingan dalam menghadapi resiko bencana. Tujuan khusus HKBN mempromosikan kegiatan latihan kesiapsiagaan bencana dan meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan serta kedermawanan dan sebagainya.
 
“Keinginan kita, kegiatan HKBN ini sukses di Lima Puluh Kota, maka dibentuk sebuah tim, dengan melibatkan OPD terkait, seperti dinas Damkar, Sosial, Kesehatan, PU, Perhubungan, Satpol PP, Bagian Umum dan Humas Setdakab. Kemudian juga melibatkan TNI/Polri, Forum Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Kelompok Siaga Bencana (KSB), Tim Reaksi Cepat (TRC), dan lain sebagainya, “terang Nasriyanto.
 
Sedangkan menurut Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Limapuluh Kota, Hendri Yoni dengan menampilkan kegiatan gladi dan simulasi bencana ini, seraya mengkaji kemampuan peralatan penunjang sistem peringatan dini, evakuasi, serta penunjang tanggap darurat dan mengetahui tingkatan kesiap-siagaan masyarakat, baik tingkat pusat maupun daerah dalam menghadapi ancaman bencana.
 
Tema HKBN yakni “Membangun kesadaran, kewaspadaan dan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana”. Dengan Tagline “ Siap, Untuk Selamat”. Kegiatan utama latihan evakuasi mandiri, diawali dengan aktivitas sirine atau tanda peringatan dini lainnya dan uji kesiapan tempat evakuasi sementara atau tempat kumpul serta tempat evakuasi akhir.
 
“Kegiatan HKBN yang direncanakan di kantor Bupati Sarilamak itu, diawali dengan upacara dan pidato bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi. Hanya berselang waktu beberapa menit usai upacara, kegiatan simulai kebencanaan dan penanggulangannya berupa gempabumi langsung dimulai. Untuk selanjutnya, kita akan mengadakan rapat kembali, “tambah Hendri Yoni.
 
Pada rapat HKBN Jum’at (7/4) diruang sekretaris BPBD, dinas terkait yakni dinas Damkar, Kesehatan, Sosial, PU, Bagian Umum dan Humas Setdakab, menyatakan siap sukseskan HKBN dengan segala peralatannya dan personilnya masing-masing. (Rahmat Sitepu)

Cuplikan Berita

 
Copyright © Nusantaranews All Right Reserved