N3, Payakumbuh - Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Rabies disebut juga penyakit anjing gila
 
Dalam rangka antisipasi terjadinya penyebaran penyakit rabies di kota Payakumbuh dan sekitarnya, Dinas Pertanian kota Payakumbuh melalui UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) telah sedang melaksanakan sesuai  jadwal, penyuntikan anti rabies terhadap hewan peliharaan di seluruh kecamatan di kota Payakumbuh.
 
Kepala Puskeswan Drh. Trisna Yessy ketika ditemui www.nusantaranews.net diruang kerjanya mengatakan, “Sekarang ini sudah dua kecamatan yaitu kecamatan Payakumbuh Selatan dan kecamatan Lamposi Tigo Nagori yang telah dilaksanakan  vaksinasi rabies terhadap HPR (Hewan Pembawa Rabies), sedangkan yang sedang berlangsung bulan April ini adalah di  kecamatan Payakumbuh Barat. Setelah itu dilanjutkan ke kecamatan Payakumbuh Utara dan Payakumbuh Timur ”.
 
“Kita sudah sebarkan edaran dan jadwal vaksinasi rabies ke seluruh kelurahan di kota Payakumbuh agar dapat di sosialisasikan kepada manyarakat yang memiliki hewan peliharaan yang termasuk kedalam HPR (Hewan Pembawa Rabies) seperti anjing, kucing , kera, dan lain lain”, terang Drh. Yessy.
 
Drh. Trisna Yessy juga menghimbau kepada masyarakat di kota Payakumbuh untuk membawa hewan peliharaannya ke kantor lurah setempat untuk disuntik anti rabies sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Mari kita tingkatkan kesadaran kita akan bahaya penyakit rabies, untuk kepentingan anggota keluarga dan masyarakat umum”, himbaunya  
 
“Setelah vaksinasi rabies  ini dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di kota Payakumbuh maka kita akan melanjutkan kepada penangkapan hewan-hewan liar yang berkeliaran di kota Payakumbuh . Untuk itu diminta kepada masyarakat untuk menjaga hewan peliharaannya terutama anjing dan kucing agar jangan sampai bebas berkeliaran,  tambah dokter ini. (Rahmat Sitepu)
 
Top