N3, Tarakan ~ Lahan angkatan laut Lantamal XIII yang di serahkan dari TNI AD  kepada TNI AL terindikasi dijual oleh Oknum Anggota Koramil Angkatan Darat, dugaan oknum Koramil tersebut sudah di serahkan kepada POM DAM Tarakan, permasalahan penyerobotan lahan yang dilakukan oleh masyarakat Amal baru selain di kuasai dan dibangun oleh masyarakat, salah satunya karena adanya proses Jual Beli Lahan oleh Oknum Koramil Angkatan Darat kepada Masyarakat.

Menurut Laksamana Pertama Ferial Fachroni Maksum anggota Koramil Angkatan Darat menjual Tanah kepada Roni warga Pantai Amal Baru Tarakan Kalimantan Utara sebesar 35 juta perkaplingnya, Maksum beberapa kali melakukan transaksi jual beli Tanah kepada masyarakat dengan harga yang berbeda dan lokasi titik yang berbeda di wilayah sekitaran Pantai Amal Baru.

" Saya melihat bukti ada anggota dari TNI AD anggota Koramil melakukan Jual Beli Tanah Negara yang sekarang ditempati oleh Lantamal XIII oleh sudara Maksum, Roni salah satu korban menceritakan bahwa tanah yang dimiliki tersebut dibeli oleh orang tuanya dari sudara Maksum seorang anggota Koramil, sehingga saudara Roni mengininkan agar uang hasil jual beli tanah tersebut dikembalikan saja" jelas Fecrial

Ferial mengatakan saudara Maksum saat ini di periksa oleh POMDAM TNI Angkatan Darat dan terus dikawal oleh Lantamal XIII proses hukumnya, dan akan di kabarkan hasil pemeriksaan oleh POMDAM dalam waktu yang tidak Lama sehingga proses tersebut diharapakan akan membuat jera prajurit maupun anggota militer lainnya karena menjual aset negara.

" Biar diproses saja mas secara hukum, karena akan membuat pelajaran kepada prajurit dan masyarakat untuk tidak mau menjual atau membeli tanah negara yang tanpa dasar hukum kepemilikam tanah yang jelas" tegas Ferial

Saat ini Jumlah penduduk yang menempati Pantai Amal Baru berjumlah 2 ribu jiwa sedang menunggu hasil keputusan akhir pengadilan apakah masyarakat pantai amal yang memiliki kwitansi dan akte jual beli tanah tersebut bisa menempati tanah tersebut atau malah tergusur dari Lahan Lantamal. Rporter Bonar Sahat
 
Top