N3, Karawang ~ Dalam rangka mengatasi abrasi carbon offset yang sering terjadi di wilayah pantai, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang bekerja sama dengan Toyota Indonesia dan Grup usahanya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan Penanaman Bersama Mangrove dan Bersih-Bersih Sampah di Pantai dan Laut.

Acara penanaman pohon mangrove yang berlangsung di wilayah pantai Desa Pusaka Jaya Utara ini, merupakan kali ketiga yang dilakukan di Kabupaten Karawang, setelah sebelumnya dilakukan kegiatan serupa juga pada tahun 2013 di Desa Pedes dan 2016 di Desa Cilamaya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan bahwa tanaman mangrove ini selain memiliki fungsi untuk mencagah abrasi pantai, juga memiliki potensi untuk menjadi industri makanan, sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Salah satu daerah yang telah berhasil mengolah mangrove menjadi makanan adalah wilayah Pantai Karangsong Indramayu. Masyarakat Karangsong telah berhasil mengolah mangrove menjadi 25 jenis makanan, dari mulai sirup, kecap, kerupuk, kecap, dan olahan makanan lainnya.

Dengan kondisi tersebut, Wagub bersama dengan Pihak Toyota memiliki keinginan untuk menjadikan Pantai di Kabupaten Karawang menjadi pilot project untuk mengembangkan wisata pantai dengan potensi mangrove yang ada. “Biarkan biaya pengembangan kawasan wisata dan pencegahan abrasi diserahkan kepada pihak CSR, pemerintah Kabupaten Karawang tinggal memikirkan bagaimana membangun infrastruktur jalan agar menjadi licin,” ujar Deddy yang disambut tepuk tangan hadirin.

Investasi dalam sektor kepariwisataan dapat memberikan manfaat ekonomis secara lebih cepat dibandingkan sektor lain, seperti misalnya sektor migas. “Jadi bila pak Wari (vice president Toyota Manufacturing Indonesia-red) mengatakan akan menjadikan kawasan ini menjadi pilot project kepariwisataan, itu sudah sangat tepat,” tegasnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana, Perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dr. Agus Yustianto, Deputi Kementerian Koordinatir Bidang Kemaritiman, Ir. Agung Kuswandono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Kepala BKPP Wilayah II Provinsi Jawa Barat, vice president Toyota Manufacturing Indonesia, aktivis lingkungan hidup, serta masyarakat sekitar pantai Desa Pusaka Jaya Utara. rel
 
Top