N3, Tarakan - Taman berlabuh salah satu destinasi Pariwisata di kota Tarakan sebentar lagi akan dikenakan Restribusi masuk ke Taman Berlabuh.

Menurut Sofian Raga Walikota Tarakan dalam peningkatan pendapatan daerah Taman berlabuh, Taman Wisata Argo Karungan, Pantai Amal dan Lainnya akan dikenakan restribusi masuk dan membaya perpakiran.

" Dalam peningkatan Pendapatan Daerah dan peningkatan pelayanan kita akan melakukan distribusi kepada beberapa tempat Pariwisata seperti taman berlabuh, Argo Wisata serta tempat wisata amal, kemudian kita mengajak beberapa CSR untuk berpartisipasi dalam menyediakan gerobak dan fasilitas Lainnya" Tegas Sofian

Dalam peningkatan PAD tersebut akan diatur biaya masuk dan parkir di tempat pariwisata yang bertujuan peningtan pendapatan, keamanan dan kenyamanan pengunjung di beberapa lokasi pariwisata.

Hal yang sama dijelaskan Kepala dinas Pertamanan Kota Tarakan Subroto mengenai restribusi tersebut, bahwa dinas pertamanan melakukan perbaikan kinerjanya lebih optimal dalam peningkatan pelayanan pengunjung di taman berlabuh atau tempat wisata lainnya.

" kita akan tingkatkan pelayanannya mas kepada masyarakat, contohnya ditambahnya gasilityas tempat duduk, wc yang perlu ditambah, pelayanan Wifi dan ndak lama ditambah semacam music out door tentu dengan fasilitas keamanan dan perpakiran, dalam peletakan pkl akan diatur dengan baik dan ,menarik sehingga pengunjung merasa betah" terang Subroto

Kepala Dinas Pendapatan Pengelooan dan Aset Kota Tarakan Mariyam menjelaskan, dengan adanya restribusi ini pendapatan daerah kota Tarakan akan bertambah sekitar 20 % dan itu membantu pelaksanaan operasional pemerintah untuk masyarakat.

" Restribusi tersebut dapat membantu mas untuk peningkatan pelayanan masyarakat, seperti lampu jalanan, kebersihan kota dan memperbaiki jalan, sekita 20% dari hasil restribusi itu untuk meningkatkan operasional pemerintah untuk pelayanan ke masyarakat" jelas Maryam

Mariyam berharap restribusi yang di pungut dari kunjungan tiket masuk untuk anak anak sebesar 5 ribu rupiah dan dewasa 10 ribu rupiah per orang ditambah biaya parkir motor 1000 rupiah dan mobil 2000 rupiah bukan menjadikan beban yang berat untuk masyarakan dan menjadikan kunjungan ke tempat pariwisata menjadi sepi di kemudian Hari.

Dari pengamatan N3 di Facebook di Forum Peduli Kota Tarakan (PDKT) (25/3) masyarakat meminta untuk tempat Rekreasi Taman Berlabuh Agar di gratiskan, karena masyarakat ingin menikmati hasil bayar pajak yang diberikan tanpa harus membayar.

Udin masyarakat Juata ketika dimintai keterangan akan dikenakan restribusi terhadap taman berlabuh dam wisata lainnya dirinya sangat menyayangkan akan kebijakan yang tidak popeler ini, seharusnya di buatkan gratis dalam kunjungan Pariwisata seperti taman berlabuh dan lainnya karena Tarakan merupakan kepulauan dan Pariwisata dikota tarakan sangat minim dapat dinikmati warga.

" Seharusnya Gratis bukan berbayar, karena itu hendaknya kita yang dikepulaan diharapkan menikmati hasil pajak yang dilakukan pemerintah terhadap pengusaha, sehingga jika gratis akan membuat wisatawan dari luar akan masuk dan mensejahterakan masyarakat serta pelaku ukm" jelas udin menutup (Bonar Sahat)

Cuplikan Berita

 
Copyright © Nusantaranews All Right Reserved