N3, Tarakan ~ Sudah 3 tahun walikota Tarakan Sofian Raga menjabat, masyarakat Tarakan menuntut Sofian Raga menepati janji kampanyenya, janji kampanye seperti insentif RT yang ditambah, pembangunan insfrakstruktur, pelebaran serta pembersihan Gorong gorong yang mulai dangkal dan menyempit, pelayanan puskesmas tidak 24 jam, serta pelayanan di kelurahan yang dianggap kurang maksimal, menjadikan masyarakat karang anyer pada hering peningkatan rasa nasionalisme dan wawasan kebangsaan berlangsung hangat antara masyarakat dan Walikota Tarakan di kelurahan Karang Anyar, Kalimantan Utara.

Sofian raga dalam menjawab beberapa pertanyaan dari masyarakat mengatakan bahwa Walikota tetap tetap berpegangan teguh pada komitmen visi dan misi seperti yang dijanjikan waktu kampanyenya.

" Saya masih berpegang teguh menepati janji kampanye saya waktu pilwali, dan saya bersama walikota terus melakukan kegiatan dalam pembangunan dikota Tarakan" jelas Soffian

Seperti Penambahan insentif rukun tetangga di Pemeritah Kota Tarakan melakukan pembayaran intensif RT secara bertahap, sesuai dengan anggaran, sehingga tidak ada rencananya menghentikan atau memperlambat intensif RT, meskipun sebagian RT menganggap pembayaran tersebut tidak ada, akan tetapi jika anggaran turun akan langsung diserahkan ke RT yang berjumlah 444 Rt se Tarakan.

"usulan Rukun Tetangga dalam penambahan intensifnya agar segera di cairkan segera di lakukan jika keuangannnya membaik, kurangnya anggaran bukan berarti kinerja RT turun dalam pengabdian kepada masyarakat, ada 444 RT dikota Tarakan harus mendapatkan gajinya sesuai dengan perjanjian di Awal waktu menjadi Pilwali Tarakan".

Selain akan Intensif RT, warga juga menanyakan pembanguan insfrakstruktur dan pelayanan puskemas, dan kinerja kelurahan yang menurun, Sofian raga menjelaskan kepada masyarakat akan segera di tindak lanjuti,  untuk insfrakstruktur dilanjutkan dinas Pekerjaan Umum dalam perbaikan Jalan dan Gorong gorong, untuk masalah puskesmas akan dilanjutkan ke dinas terkait, sehingga pelayanan kepada masyarakat akan mencapai Maksimal

Untuk meningkatkan pendapatan daerah, Pemerintah Kota Tarakan berencana akan melakukan kajian di Pajak Bumi Bangunan yang sudah 14 tahun tidak terjadi perubahan dalam pajak bumi bangunan tersebut.

" Untuk peningkatan pendapan daerah Pemkot melakukan  evaluasi dalam Pajak Bumi Bangunan, Pajak tersebut akan disesuaikan seiring dengan harga tanah saat ini " Jelas Soffian .

Menurut Soffian PBB saat ini ada yang sudah tidak sesuai dengan Pajak dan NJOP tanah dan bangunan di Kota Tarakan sehingga nilai tanah tersebut disesuaikan harga tanah dan bangun dalam Pajak Bumi Bangunan, dalam harga Tanah di beberapa kecamatan PBB kurang mencapai target, bahkan hanya mencapai 50 % saja pendapatan dari PBB.

Dalam hal ini Sofian berharap kepada jajaran pemerintah dalam melakukan pelayanan ke masyarakat akan bekerja maksimal, sehingga tidak ada intervensi lagi dari masyarakat mengenai kinerja pegawai pemerintah yang buruk. Reporter Bonar Sahat

Cuplikan Berita

 
Copyright © Nusantaranews All Right Reserved