N3, Padang ~ Sore ini, Pol PP Padang melakukan razia dibeberapa tempat yang telah menjadi incaran dan target operasi, karena sudah banyaknya laporan warga yang negatife terhadap penggunaan tempat tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat, bahwa adanya dugaan praktik asusila terhadap panti pijit, salon dan kos kosan yang sedang beroperasi. Masyarakat banyak melihat beberapa pasangan yang bukan suami istri bebas keluar masuk, seperti salah satu panti pijat yang berada dijalan Ulak Karang dengan merk “Salon Pelangi”.

Saat petugas Pol PP datang dan hendak masuk kesalon, tiba-tiba petugas langsung disambut oleh Edi Arman, suami dari pemilik salon. Dengan muka merah ia sempat melontarkan kata kata makian kepada petugas Satpol PP.

Edi pun beradu argumen dengan petugas, karena ia tidak terima salon tempat usahanya di razia oleh petugas Pol PP. Bahkan untuk menakuti-nakuti petugas, ia sempat membawa-bawa nama mantan Walikota Fauzi Bahar, serta Mayeldi dan Emzalmi yang menjabat Walikota dan Wakil Walikota Padang saat ini.

“jika semua salon yang ada di Kota Padang ditutup, baru ia bersedia menutup salon miliknya, bahkan sempat ia mengatakan dan menunjuk salah seorang Praja wanita maksiat, karena jilbabnya tidak menutupi badan bagian atas.", ucap Edi..


Namun untuk meredam keributan yang mengundang tontotan warga mulai berdatangan, petugas Pol PP Padang akhirnya menghentikan aksinya, dan mereka pergi sambil beralih ketempat lain.

Selain salon, petugas juga melakukan razia rumah kos,  alhasil enam orang wanita tanpa KTP diamankan ke Mako Satpol PP untuk membuat perjanjian bahwa secepat mungkin akan mengurus KTP. Didalam Kos juga turut diamankan tiga remaja (dua wanita dan satu pria) yang tidur dalam satu kamar.

Hingga berita ini tayang, semua yang terjaring masih berada di Mako Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Abe

 
Top