N3, Padang ~ Sebagian besar warga Kota Padang yang merupakan pengendara kendaraan bermotor sangat mengharapkan pemerintah memperbaiki jalan yang berlubang di sejumlah titik yang dinilai membahayakan.

Berbagai pemandangan jalan berlubang ini dapat terlihat pada banyak tempat. Mulai dari jalur By Pass Padang hingga Jalan Protokol seperti Jalan Gajah Mada Padang. Tepat di Simpang Tinju rekanan PDAM yang menggali aspal untuk sambungan langganan baru, hanya menutup sekedarnya lubang bekas penggalian itu. Hal itu sering terjadi kata tokoh masyarakat setempat, Burhanuddin. Menurut pemuka kampung Olo ini sering terjadi kecelakaan menimpa anak muda yang sering ngebut tanpa melihat situasi jalan. Saya sering menolong mereka yang kecelakaan karena ingat cucu saya sebaya mereka.

"Akibat hujan dan padatnya kendaraan, banyak titik di jalur menuju kampus Unand dari Padang berlubang dan ini membahayakan," kata Boby salah seorang warga yang juga pegawai pemerintahan di Pasar Ambacang".

Menurutnya yang setiap hari melalui jalur di Jalan Muhammad Hatta tersebut terdapat lubang yang sempit dan dalamnya sekitar 10 hingga 20 cm di beberapa titik seperti Pasar Ambacang, Anduring dan Pasar Baru. Meski tidak besar  katanya, lubang ini membahayakan bagi pengendara khususnya yang mengendarai sepeda motor.

"Sebab ini jalur cepat, berdasarkan pengalaman banyak juga pengendara yang terpeleset akibat adanya lubang tersebut," tambahnya.

Lubang yang berbahaya lain yang perlu mendapat perbaikan berada di jalan Kuranji yang memiliki kedalaman bervariasi pada titik lokasi yang berbeda.

Di Tabiang Runtuh dekat perumahan Mawar Putih terdapat lubang hingga 20 centimeter dan agak besar, sementara di daerah dekat puskesmas Kuranji terdapat lubang runtuhan tepi jalan yang berbahaya terutama saat malam. Sama dengan di jalur Unand ke Padang, pada jalan Kuranji tersebut juga merupakan jalur yang padat kendaraan.

"Kami berharap program betonisasi yang dilaksanakan pemkot Padang termasuk memperbaiki jalan yang berlubang tersebut," katanya.

Warga lain di Lubuk Kilangan Muslim (60), berharap dalam melakukan perbaikan jalan yang berlubang perlu disertai analisis dan pemasangan bahan yang berdampak tahan lama. Sebagai contoh jalur di Rimba Datar Banda Buek yang setiap hari padat dengan kendaraan saat ini banyak titik yang berlubang.

Menurutnya bila dilakukan perbaikan perlu dianalisis beban kendaraan yang akan lewat, sebab bila tidak hasilnya akan sama. Terlebih jalur tersebut menjadi penghubung ke kota lain yakni Solok sehingga banyak kendaraan berukuran besar melaluinya.

Sedangkan salah satu supir truk Febrian (23) menilai jalan di daerah strategis di kota harus menjadi prioritas perbaikan jalan berlubang.

Dalam hal ini dia menyayangkan adanya lubang besar yang menganga di beberapa jalan protokol seperti di jalan Imam Bonjol, jalan Sutan Syahrir, atau Andalas. 
 
Dalam pemberitaan sebelumnya Wakil Wali Kota Padang Emzalmi telah menjelaskan, bahwa program betonisasi tidak hanya dalam membangun jalan semata melainkan juga memperbaiki jalan yang rusak.

Akan tetapi, perbaikan jalan yang berlubang tersebut akan tentu dilakukan secara bertahap ditinjau dari besarnya kepentingan masyarakat. "Kami meminta warga bersabar akan persoalan tersebut," ujarnya. $$

 
Top