Disinilah Murni bersama dua orang anak menempati rumah kecil dan tak layak huni. Suami diserang strok tak bisa apa-apa lagi untuk melanjutkan keluarga yang sejahtera sebagai harapan kami selama ini.

Tapi semuanya itu bukan sebuah halangan dan rintangan, tiap hari selalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kadang kala dapat terpenuhi, bila sial yaa.. kadang makan pagi di sore harinya, ujar Murni.

Murni dengan jujur katakan... saat suaminya sehat dan kuat, kami tidak pernah merasakan susah untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya, semua terpenuhi sebagai rakyat badarai.

Itulah sebuah kehidupan yang di jalankan, hanya saya berharap tetap selalu sehat agar saya bisa membantu suami dalam pengobatan penyakit yang di derita saat ini untuk sembuh, ujarnya.

Murni juga mengutarakan seperti Bapak yang berkunjung dan dapat melihat kondisi kami dari dekat serta rumah kami tepati. semua tentu merasa perhatin dan peduli, saya berharap dari niat baik Bapak akan terwujud, dapat lakukan bedah rumah kami ini, yang di amini Suaminya bersama anaknya.

Tim pemantau datang kelokasi tempat murni yang tinggal diatas bukit bebatuan yang curam, di tunjuki Datuk Nurli mantan wartawan surat kabar di dampingi mamak murni sendiri.

Medan berat dan terjang menuju lokasi tak mengurangi semangat tim pemantau Bedah Rumah dan akhirnya sampai kerumah murni di atas bukit berbatuan nagari Taluk Guo. Kelurahan Bungus Tengah, Kec Bungtekab.Kota Padang Sumatera Barat Indonrsia.

Murni memang sosok wanita tangguh di bebatuan mampu berbuat untuk keluarga tercintanya, apa saja di kerjakan asal halal, tak pernah merasa cemas dan takut jalani hidup seperti air mengalir, dikatakan Datuk Nurli ikut memberikan semangat buat Murni dan keluarganya. (tf/du/yz)

Cuplikan Berita

 
Copyright © Nusantaranews All Right Reserved